Loading...

JH 29 DAN JH 30, VARIETAS UNGGUL JAGUNG HIBRIDA POTENSI HASIL TINGGI

JH 29 DAN JH 30, VARIETAS UNGGUL JAGUNG HIBRIDA POTENSI HASIL TINGGI
Jagung merupakan salah satu tanaman serealia yang memiliki kandungan karhohidrat dan protein yang cukup tinggi setelah padi. Jagung digunakan sebagai bahan pangan pokok, pakan ternak, bioethanol dan bahan baku industri. Diperkiraan kebutuhan jagung terbesar ada pada pakan ternak, diperkirakan lebih dari 70% dan sisanya digunakan untuk industri makanan, benih dan konsumsi pangan. Permintaan pasar cenderung meningkat, baik memenuhi permintaan industri pakan ternak dan industri makanan dalam negeri serta untuk ekspor. Guna memenuhi permintaan tersebut, maka peningkatan produksi jagung perlu dilakukan dengan menerapkan inovasi teknologi, salah satunya penggunaan varietas unggul potensi produksi tinggi. Varietas Unggul merupakan salah satu faktor dalam menentukan keberhasilan usahatani. Varietas unggul jagung yang akan diusahakan sebaiknya mempunyai kriteria sebagai berikut: 1) hasil per satuan luas relatif tinggi; 2) tanggap terhadap pemupukan; 3) berumur pendek; 4) beradaptasi baik pada berbagai kondisi lingkungan; 5) batang kokoh dan tahan rebah; 6) tahan terhadap hama dan penyakit utama; 7) biji keras dengan warna biji merata dan 8) kandungan protein biji cukup tinggi. Badan Litbang Pertanian melalui Balai Penelitian Serealia Maros terus berupaya menghasilkan varietas unggul baru jagung yang memiliki potensi produksi lebih tinggi dari varietas sebelumnya. Tahun 2020, Badan Litbang Pertanian kembali menghasilkan 2 varietas unggul baru jagung hibrida yaitu JH 29 dan JH 30, yang memiliki potensi produksi tinggi > 12 t/ha dengan rata-rata hasil > 11 t/ha, kandungan protein ≥ 10% dan tahan penyakit bulai. Varietas Unggul Jagung JH 29 Varietas JH 29 memiliki potensi hasil 13,6 t/ha dengan rata-rata hasil 11,7 t/ha dan bobot 1000 butir 245,4 gr pada kadar air (KA) 15%. Varietas ini memiliki umur panen ± 105 HST, dimana pada umur ± 56 HST keluar rambut 50%. Tinggi tanaman ± 225 cm, dengan tinggi tongkol 115 cm, panjang tongkol 17,3 cm dan diameter tongkol 4,9 cm. Tipe biji semi mutiara dan warna biji oranye dengan jumlah baris biji 16-20 baris. JH 29, memiliki kandungan karbohidrat ± 70,02%, protein ± 10,00% dan lemak ± 6,34%. Varietas JH 29 tahan terhadap penyakit bulai jenis pathogen (peronosclerospora philipinensis), serta agak tahan penyakit bulai jenis pathogen, dan agak tahan terhadap penyakit hawar daun peronosclerospora maydis dan karat daun (puccinia polysora). Varietas ini beradaptasi baik pada lingkungan dataran rendah sampai tinggi dengan ketinggian 17-1024 mdpl Varietas Unggul jagung JH 30 Varietas JH 30 memiliki potensi hasil yang lebih rendah dari dengan JH 29 yaitu 12,6 t/ha, demikian juga rata-rata hasilnya lebih kecil dari JH 29 hanya 11,3 t/ha dan bobot 1000 butir lebih besar dari JH 29 yaitu 280,2 gr pada kadar air (KA) 15%. Umur panen JH 30 lebih cepat satu hari dari JH 29 yaitu ± 104 HST dan umur keluar rambut 50% varietas JH 30 sama dengan JH 29 yaitu ± 56 HST. Tinggi tongkol dan diameter tongkol varietas JH 30 sama dengan varietas JH 29. JH 30 memiliki tinggi tanaman ±224 cm dan panjang tongkol ±17,8 cm. varietas ini memiliki tipe bij mutiara dan warna biji oranye kuning dengan jumlah baris biji 14-16 baris. JH 29, memiliki kandungan karbohidrat ± 70,02%, protein ± 10,00% dan lemak ± 6,34%. JH 30, memiliki kandungan karbohidrat ± 67,35%, protein ± 10,12% dan lemak ± 9,03%. Varietas JH 30 agak tahan terhadap penyakit bulai jenis pathogen (peronosclerospora philipinensis), serta agak tahan penyakit bulai jenis pathogen, dan agak tahan terhadap penyakit hawar daun peronosclerospora maydis dan karat daun (puccinia polysora). Varietas ini beradaptasi baik pada lingkungan dataran rendah sampai tinggi dengan ketinggian 17-1024 mdpl Sumber : Arvan, R.Y, dan M. Aqil. 2020. Deskripsi Varietas Unggul Jagung, Sorgum dan Gandum. Balai Penelitian Tanaman Serealia. Badan Litbang Pertanian. Menteri Pertanian RI, 2020. Surat Keputusan Menteri Pertanian No.635/HK.540/C/04/2020 Tanggal 9 April 2020 tentang Pelepasan Calon Varietas Jagung Hibrida HOPT 01 Sebagai Varietas Unggul Dengan nama JH 29. Menteri Pertanian RI, 2020. Surat Keputusan Menteri Pertanian No.636/HK.540/C/04/2020 Tanggal 9 April 2020 tentang Pelepasan Calon Varietas Jagung Hibrida HOPT 07 Sebagai Varietas Unggul Dengan nama JH 30. Penyusun : Ir. Sari Nurita (Penyuluh Pertanian BPTP Kalimantan Barat)