Loading...

KACANG NAGARA, KACANG TUNGGAK KHAS RAWA LEBAK KAB.HULU SUNGAI SELATAN

KACANG NAGARA, KACANG TUNGGAK KHAS RAWA LEBAK KAB.HULU SUNGAI SELATAN
Pada musim tanam tahun 2016, periode April – September, di wilayah pertanian lahan rawa lebak kecamatan Daha Selatan dibudidayakan suatu komoditas lokal yang sifatnya khas yakni kacang nagara yang banyak dikembangkan di desa Samuda, Baruh jaya, dan Tambangan. Warga petani setempat lebih sering menyebutkan kacang ini dengan sebutan Kacang hayam, Kacang Putih. Sedangkan di luar daerah daha dan dalam literature lebih dikenal dengan sebutan Kacang Nagara. Kacang Nagara merupakan salah satu varian varietas dari Kacang tunggak (Vigna unguiculata,L.), Kacang Nagara sangat dikenal masyarakat Kalimantan Selatan dibuat sebagai bahan berbagai masakan tradisinal. Salah satunya masakan “bumbu karih campur daging” yang mengandung bahan kacang ini selain daging. Lahan untuk menanam kacang Nagara ini menggunakan lahan yang sama untuk menanam jenis tanaman lain semisal, semangka, waluh, ubi Nagara, cabai besar dan kacang tanah. Biasanya ditanam pada musim kemarau atau istilah setempat musim Rintak pada bulan juni – September. Artikel ini bertujuan memperkenalkan salah satu komoditas lokal di daerah lebak Nagara yaitu Kacang Nagara, yang telah menjadi komoditas unggulan daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan. khususnya terkait dengan sentuhan teknologi pengolahan hasil dari kacang nagara. Oleh karenanya sangat mendesak penanganan masalah ini, perlu kerjasama dari segala komponen masyarakat, stakeholder,lembaga/instansi terkait untuk memperbanyak informasi teknologi pengolahan hasil produk berbahan dasar kacang nagara. Permasalahan lainnya adalah perlu perlindungan terhadap eksistensi lahan yang selama ini telah dijadikan areal pengembangan kacang nagara. Mengingat Sejak tahun 2010 luas lahan kacang nagara mengalami penurunan drastis, karena sebagiannya telah beralih fungsi menjadi lahan plasma perkebunan kelapa sawit milik swasta. Ancaman hilangnya komoditas kacang nagara sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengevaluasi, menata kembali pola penguasaan HGU perkebunan kelapa sawit yang diberikan kepada swasta, agar tidak mengganggu keberadaan usahatani budidaya kacang nagara yang sudah turun menurun dilakukan petani. Anjuran Teknologi Budidaya kacang Nagara Secara Umum : N0. Uraian Teknologi Anjuran 1 Keperluan benih 40 kg/hektar. 2 Persiapan lahan Untuk Lahan kering dibajak 1 kali Untuk Lahan lebak di musim kemarau , tanpa olah tanah. Untuk Lahan sawah bekas padi, tanpa olah tanah 3 Jarak tanam 40 x 15 cm atau 30 x 20 cm 4 Jumlah biji/lubang 1-2 biji 5 Pemupukan Urea : 25 Kg/ha TSP : 50 Kg/ha KCl : 50 kg/ha 6 Penyiangan/pengendalian gulma Pada umur 3 minggu setelah tanam, sesuai keadaan di lapangan 7 Panen Apabila polong kering, tandanya polong warna cokelat, biji putih. Cara panen di petik/dipotong dengan gunting. Dijemur di bawah matahari Dibuka/dipisahkan kulit dengan biji. Biji di sortir BUDIDAYA KACANG NAGARA Menyiapkan Lahan Lahan yang digunakan untuk budidaya Kacang Nagara adalah dipilih lahan yang banyak tumbuh gulma rumput /kumpai babulu dalam bahasa setempat yang tumbuh menjalar diatas permukaan tanah. Dipilih rumput yang tebal dipotong dengan ukuran 1 x 5 meter, setelah terpotong digulung dengan menggunakan alat (kait) sehingga permukaan tanah menjadi terkelupas dan bersih. Gulungan rumput ini dibuat beberapa gulungan sesuai dengan luasan tanam kacang yang dinginkan untuk ditanami kacang nagara. Gulungan rumput gulma ini dibiarkan kering/mati selama sekitar 15 – 20 hari. Setelah gulungan rumput tersebut telah mengering/mati, maka kembali dihamparkan, dimana fungsinya menjadi mulsa (alas/lapik) dan siap untuk ditanami biji kacang nagara. Cara Bertanam Cara menanam kacang nagara adalah menanam biji kacang nagara pada lahan yang telah disiapkan terlebih dahulu. Dengan mneggunakan peralatan parang untuk membuka/menebas mulsa rumput sampai mencapai permukaan tanah. Dengan jarak tanam 40 x 80 cm biji kacang ditanam sedalam 2-3 cm. Menanam biji bisa dilakukan secara manual atau dengan alat tugal. Sekitar 3 – 4 hari kemudian biji yang telah ditanam akan tumbuh berkecambah. Kacang nagara bersifat toleran kekeringan, tanah masam serta cepat menutup permukaan tanah. Kacang Nagara akan mulai berbunga dan mulai terbentuk polong setelah berumur 1 bulan. Polong kacang nagara akan menjadi tua dan siap untuk dipanen setelah berumur 2 bulan. PEMELIHARAAN TANAMAN Pengendalian OPT Budidaya Kacang Nagara relatif mudah dilaksanakan karena sangat minim ditemukan gangguan organism pengganggu tanaman, baik penyakit maupun hama. Biasanya pada setiap penanaman biji kacang, Biji kacang telah diberi fungisida perlakuan benih untuk mengendalikan penyakit kecambah atau bisa pula disertai pemberian insektisida gol. Karbofuran (semisal Furadan ) untuk mengendalikan serangga semut dll. Pengendalian hama lainnya yang umum dilakukan petani yang membudidayakan kacang nagara adalah sebelum memulai menanam kacang, terlebih dahulu melakukan pengumpanan (racun tikus) untuk menghindarkan serangan hama tikus pada lokasi yang akan ditanami kacang nagara. Pengumpanan ini sangat efektif dalam menekan populasi hama tikus, sebagai tindakan pengendalian dini terhadap hama. CARA PANEN DAN PENANGANAN PASCA PANEN KACANG NAGARA Adapun cara panen kacang nagara adalah dilakukan setelah kacang berumur kurang lebih 2 bulan, dimana secara morfologis dicirikan dengan polong tua menjadi masak. Pemetikan polong kacang nagara biasanya dilakukan sekitar 1 bulan dengan selang waktu 5 – 7 hari tergantung dari masaknya polong. Polong yang telah masak dipetik, kemudian dijemur untuk selanjutnya dikupas polongnya dengan menggunakan mesin pengupas polong. Kacang nagara yang telah terkelupas dari polongnya, biasanya akan dijemur lagi sampai benar-benar kering. Setelah kering kacang nagara dapat langsung dijual atau dikonsumsi (bahan makanan). Apabila kacang nagara akan disimpan sebaiknya pada tempat atau dalam wadah tertutup rapat. Untuk volume besar, umumnya petani menggunakan drum bekas atau sejenisnya. Kacang yang disimpan benar-benar kering bisa disimpan selama 1 tahun,tetap terjaga kualitasnya sebagai calon bibit pada musim depan atau untuk keperluan konsumsi masyarakat. PEMANFAATAN KACANG NAGARA Sampai sekarang ini, belum banyak informasi berbagai variasi pemanfaatan kacang nagara yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah.. Pemanfaatan kacang nagara masih secara tradisional untuk kebutuhan konsumsi sebagai bahan makanan pada acara perkawinan, selamatan dll. Dari berbagai literatur yang ada, kacang nagara sangat mungkin dijadikan menjadi berbagai produk pilihan antara lain ; Pembuatan tepung kacang nagara Tempe dan tauco kacang nagara Kecap kacang nagara Campuran tahu(kedelai + 15%kacang nagara) Pemanfaatan kacang nagara yang bisa dijadikan beragam produk olahan diatas, sangat sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai program swasembada kedelai. TANTANGAN KETERSEDIAAN KACANG NAGARA Di masa depan ketersediaan kacang nagara harus menjadi perhatian serius oleh berbagai pihak terkait. Tantangan terberat dalam pengembangan kacang nagara inilah jaminan harga pemasaran. Ada jaminan kepastian serapan pasar ketika kacang nagara masa panen. Sehingga petani terhindar dari harga yang merugikan mereka. Serapan pasar ini tentunya terkait pada permintaan konsumen atas kacang nagara yang akan diolah lebih lanjut untuk berbagai bahan makanan olahan. Sentuhan teknologi pengolahan hasil kacang nagara juga menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan komoditas kacang nagara. Beberapa kebijakan pemerintah kabupaten, terutama dari Dinas Ketahanan Pangan sudah secara rutin mengadakan berbagai penyuluhan pengolahan kacang nagara untuk diolah berbagai makanan olahan. Kegiatan model diatas secara periodek telah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tani, terbukti beberapa binaan kelompok wanita tani berhasil menerapkan dan menjadikan usaha bersama dalam kelompok dan mengikuti berbagai acara pameran produk olahan makanan. Penulis; WAHYUDIN NOOR, SP PP. MUDA BPP KEC. DAHA SELATAN KAB. HULU SUNGAI SELATAN