Loading...

KACANG SENTRO DAN KALIANDRA, SUMBER PAKAN HIJAUAN TERNAK RUMINANSIA

KACANG SENTRO DAN KALIANDRA,  SUMBER PAKAN HIJAUAN TERNAK RUMINANSIA
Berbagai faktor yang dapat mempengaruhi berhasil tidaknya sebuah usaha peternakan. Salah satu diantaranya adalah pakan. Sebagai sumber nutrisi bagi ternak, pakan harus dijaga terus ketersediaannya sepanjang waktu. Selain itu, pemberian pakan pada ternak juga tidak boleh sembarangan tetapi harus memenuhi persyaratan baik persyaratan kuantitatif maupun kualitatif. Terdapat berbagai jenis pakan ternak. Untuk ternak ruminansia, secara umum terdiri dari pakan hijauan, konsentrat, vitamin dan mineral sebagai suplemen. Hijauan merupakan pakan utama dan terbanyak dibutuhkan ternak. Diantara hijauan yang baik diberikan kepada ternak ruminansia adalah Kacang Sentro dan Kaliandra. Berikut penjelasan masing-masingnya: Tanaman Kacang Sentro, merupakan tumbuhan perennial yang dapat digunakan sebagai hijauan pakan ternak. Nama ilmiah dari tanaman ini yaitu Centrosema pubescens. Tanaman ini dapat tumbuh membelit pada tanaman lain atau menjalar di pagar dan bisa juga menjalar bersama rumput. Ciri morfologi tanaman ini adalah sebagai berikut: a)Batangnya panjang; b)Tiap tangkai berdaun tiga lembar; c)Daun berbentuk elips dengan ujung tajam dan bulu halus pada permukaannya; d)Bunga berbentuk tandan dan berwarna ungu; e)Selain untuk pakan ternak, jenis legum ini dapat berfungsi sebagai soil cover crop atau tanaman penutup tanah yang dapat mencegah erosi. Budidaya tanaman sentro dapat melalui biji maupun stek ditanah yang sudah diolah. Daun tanaman sentro mulai dapat di panen pada umur 3 bulan. Sedangkan hasil hijauannya sendiri bervariasi dari 7 sampai 12 ton/ha/tahun bergantung pada kondisi lingkungan. Sentro dapat diberikan kepada ternak dengan sistem cut and carry (potong angkut). Kandungan protein kasar yang ada pada sentro yang berumur 6 minggu yaitu sekitar 24%, sedangkan kandungan serat kasar sekitar 32%. Kelebihan dari sentro jenis ini dibanding dengan jenis sentro secara umum yaitu dapat tahan di cuaca yang dingin serta dapat tumbuh membentuk stolon. Sedangkan kekurangannya yaitu produksi benih yang sedikit. Kaliandra (Calliandra calothyrsus) di Indonesia dibedakan menjadi dua yaitu kaliandra merah dengan bunga berwarna merah dan kaliandra putih dengan bunga berwarna putih. Kaliandra dapat hidup di daerah dengan ketinggian 150-1.500 mdpl dengan curah hujan 2.000-2.400 mm/tahun walaupun dengan kondisi tanah yang buruk. Ciri morfologi tanaman sebagai berikut: a)Batang berkayu; b)Tinggi tanaman dapat mencapai 2-12 m; c)Diameter batang maksimum yaitu 20 cm; d)Kulit batang berwarna merah atau abu-abu yang tertutup lentisel kecil; e)Daunnya berbentuk bipinnate; f)Panjang daun utama dapat mencapai 20 cm dan lebarnya mencapai 15 cm. Kaliandra dapat ditanam bersama rumput untuk menaikkan kualitas rumput yang rendah. Budidaya tanaman kaliandra dapat dilakukan dengan biji yang di skarifikasi terlebih dahulu. Kaliandra yang ditanam dengan biji akan berbunga pada umur 2 tahun. Daun kaliandra dapat dipanen pada umur 8-12 bulan. Untuk produksi daun yang maksimal, pemotongan dapat dilakukan pada tanaman yang tingginya sudah mencapai 0,5-1 m setiap 2-3 bulan sekali. Hasil panen berat kering tanaman ini yaitu 3-14 ton/ha/tahun tergantung keadaan lingkungan. Pemberian pada ternak dapat dilakukan dengan sistem cut and carry. Kandungan protein kasar pada kaliandra sekitar 20%. Kelebihan dari tanaman ini yaitu dapat tumbuh di kondisi tanah yang buruk dan dapat beradaptasi dengan tanah yang asam. Kekurangannya yaitu tidak tahan terhadap genangan, dan mengandung anti-nutrien berupa tannin. Demikian sekilas informasi tentang Kacang Sentro dan Kaliandra sebagai sumber pakan hijauan ternak ruminansia, semoga bermanfaat (Inang Sariati). Sumber informasi: https://sinauternak.com/contoh-hijauan-pakan-ternak-populer-rumput-legum/ http://cybex.pertanian.go.id/artikel/94600/hijauan-pakan-sumber-protein-bagi-ternak-ruminansia/ https://sapi.co.id/centrosema/