Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian,Perikanan dan Kehutanan, telah melaksanaan Kajiterap komponen PTT dalam rangka mendukung Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) , hasil penerapan komponen PTT tersebut menunjukan hasil yang sangat positif atau beda nyata penampilannya antara padi dengan perlakuan komponen PTT dengan padi tanpa perlakuan komponen PTT . Dalam upaya pengembangan PTT di Kabupaten Bogor, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian,Perikanan dan Kehutanan menerapkan komponen PTT sebagai acuan dalam pelaksanaan SL-PTT padi dalam upaya peningkatan produksi beras pada tahun 2012 di tingkat Kabupaten Bogor. Acuan dalam penerapan komponen teknologi PTT padi oleh petani sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola usaha taninya untuk mendukung upaya peningkatan produksi padi di Kabupaten Bogor. Tujuan Penerapan PTT adalah pendekatan dalam pengelolaan lahan, air, tanaman, organisme pengganggu tanaman (OPT), dan iklim secara terpadu dan berkelanjutan dalam upaya peningkatan produktivitas, pendapatan petani, dan kelestaria lingkungan. Prinsip PTT mencakup empat unsur, yaitu integrasi,interaksi, dinamis dan partisipatif sumber daya lahan, air, tanaman, OPT, dan Iklim untuk mampu meningkatkan produktivitas lahan dan tanaman sehingga dapat memberikan manfaat yang sebesar- besarnya bagi petani. PTT berdasarkan pada hubungan sinergis atau interaksi antara dua atau lebih komponen teknologi produksi. PTT bersifat dinamis karena selalu mengikuti perkembangan teknologi dan penerapannya disesuaikan dengan keinginan dan pilihan petani. Oleh karena itu PTT selalu bercirikan spesifik lokasi. Teknologi yang dikembangkan melalui pendekatan PTT senantiasa mempertimbangkan lingkungan fisik, biofisik, iklim dan kondisi sosial ekonomi petani setempat. PTT juga bersifat partisipatif, yang membuka ruang bagi petani untuk memilih, mempraktekkan, dan bahkan memberikan saran kepada penyuluh dan petani untuk menyempurnakan PTT, serta menyampaikan pengetahuan yang dimiliki kepada petani yang lain. Admin Bogor