Pelaksanaan Kaji Terap Pertanian Organik pada Tanaman Bawang Merah dilaksanakan dengan maksud untuk mengembangkan kapasitas pelaku utama dan pelaku usaha sebagai peneliti dilahan usaha taninya sendiri serta mampu menggali, mengembangkan dan menyebar luaskan "Teknologi dan Kearifan lokal" dalam rangka mengatasi permasalahan pelaku utama/pelaku usaha. Tujuan pelaksanaan kegiatan Kaji Terap oleh Pelaku utama/pelaku usaha adalah belajar memahami apa yang dapat dilakukan dan tidak dapat dilakukan dalam mencapai tujuan usahanya. Mempercepat proses transformasi sosial karena pelaku utama/pelaku usaha sadar betul akan kondisi dan apa yang dapat mereka lakukan dalam memperbaiki kondisi mereka. Meningkatkan rasa memiliki dan percaya diri dari setiap pelaku utama/pelaku usaha terhadap hasil yang diperoleh. Pelaksanaan Kaji Terap Pertanian Organik Tanaman Bawang Merah di Kab. Enrekang mulai dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2013 di Kelompok Tani Lo'ko Tontonan Kelurahan Tanete Kecamatan Anggeraja dengan menggunakan metode Demonstrasi Plot (Demplot), pembelajaran Orang dewasa (POD), ceramah, tanya jawab, ungkapan pengalaman, Kaji terapan ini dilaksanakan dengan maksud memberikan fakta lapang kebenaran suatu informasi teknologi, agar petani tidak ragu dalam menerima anjuran dari penyuluh setempat. Pelaksanaan Kaji Terap didahului Usul rancangan kajian oleh Koordinator BP3K Kec. Anggeraja (lokasi tempat kegiatan) terkait masalah pelaku utama yang mencuat dikecamatan tersebut. Output yang dinginkan dengan pelaksanan Kaji Terap yaitu : Berkembangnya kapasitas pelaku utama dan pelaku usaha sebagai peneliti dilahan usahataninya sendiri dan menggali, mengembangkan serta menyebar luaskan "teknologi dan kearifan lokal" dalam rangka mengatasi permasalahan pelaku utama/pelaku usaha. Terwujudnya tujuan Pelaku utama/pelaku usaha belajar memahami apa yang dapat dilakukan dan tidak dapat dilakukan dalam mencapai tujuan usahanya. Terwujudnya percepatan proses transformasi sosial karena pelaku utama/pelaku usaha sadar betul akan kondisi dan apa yang dapat mereka lakukan dalam memperbaiki kondisi perekonomian mereka. Meningkatnya rasa memiliki dan percaya diri dari setiap pelaku utama/pelaku usaha terhadap hasil yang diperoleh berdasarkan penggalian sendiri. (Sumber : Sakri Toaha, SP) Penulis : Wahidah M