PENENTUAN KALENDER TANAM TEBU (Saccharum Officinarum) Kalender tanam dibuat untuk memudahkan para petani untuk menanam, sehingga tidak salah dalam budidaya tanaman pertanian. Dengan prosedur tanam yang baik hasil yang dicapai akan baik pula. Tebu (Saccharum Officinarum) adalah tanaman tahunan yang merupakan komoditas perkebunan utama di Indonesia. Tanaman tebu banyak membutuhkan banyak air pada masa pertumbuhan dan saat masak membutuhkan kondisi kering. Kalender tanam tebu diperlukan agar produktifitas tebu bisa optimal. Curah hujan merupakan faktor iklim yang sangat berpengaruh terhadap penentuan kalender tanam tebu. Data yang digunakan adalah data curah hujan, suhu, kelembaban, kecepatan angin, lama penyinaran, data tanaman, dan peta stasiun hujan. Curah hujan digunakan untuk membuat neraca air. Neraca air menggambarkan ketersediaan air tanaman tiap fase pertumbuhan. Kalender tanam tebu biasanya dilakukan pada bulan Mei hingga Oktober. Kalender Kerja Budidaya Tanaman Tebu Pada hari -15 kegiatan bajak Pada hari -7 kegiatan Bajak kedua 2 Pada hari -5 kegiatan pengairan Pada hari -4 Buat Got (keliling,mujur,malang) Pada hari -3 pembuatan juringanPada hari-1 Turun Bibit Pada hari 0 Tanam(Klentek,potong, imbal,tutup ) ada air/hujanPada hari3-5 Pengairan 1 (siram 1) jika tidak hujanPada hari14 Semprot Herbisida cuaca cerahPada hari21 Sulam tanah lembabPada hari28 Pemupukan 1 Ponska 6 ku/haPada hari30 Tambah tanah 1 tanah lembabPada hari35 Pengairan 2 (siram 2) jika tidak hujanPada hari75 Bubut 2 babat rayutanPada hari80 Pupuk 2 (tutup) ZA 6 ku/haPada hari85 Tambah tanah 2 tanah lembabPada hari115 Klentek 1 klentek 3-4ruasPada hari120 Pupuk 3 ZA 8 ku/haPada hari125 Gulud akhir dipadatkanPada hari270 Klentek 2 klentek 17-21 ruasPada hari365 Panen KTG kemasakan <20%Oleh : Siti Lestari, SP, Penyuluh Pertanian PertamaDinPPKP Kab Purworejo