Kandang adalah bangunan untuk tempat tinggal ternak, agar terlindung dari hal-hal yang tdak diinginkan, misalnya: panas, hujan, angin, dll. Usaha penggemukan sapi potong sangat diperlukan kandang yang sehat dan berfungsi dengan baik, agar dapat berhasil secara baik. Dengan perkandangan yang baik akan memberikan kenyamanan baik pada ternak maupun pemeliharaan dan dapat meningkatkan efisiensi pemeliharaan serta tidak menimbulkan polusi. Kandang yang baik tidak perlu yang mahal, cukup bahan yang sederhana dan murah, namun tidak berarti kandang asal dibuat, kontruksi dan kemampuannya perlu mendapat perhatian. Usaha penggemukan sapi potong dapat dilakukan sendiri maupun secara berkelompok. Cara berkelompok akan memudahkan dalam pembuatan kandang yang sehat dan memudahkan pemeliharaan serta pengawasan petugas yaitu dengan sistem kandang koloni/kelompok/komunal. Kebaikan kandang koloni/kelompok/komunal - Ramah lingkungan karena lingkungan lebih sehat. - Lebih memacu peningkatan usaha penggemukan. - Selalu ada komunikasi dengan orang lain sehingga saling memotivasi dalam pengembangan usaha. - Mudah mengumpulkan kotoran dalam jumlah yang banyak. - Memudahkan pembinaan petugas karena terkumpul dalam satu kawasan. - Lebih mudah untuk menarik investor/pemberi modal. Fungsi kandang - Melindungi sapi dari segala gangguan, panas, hujan, dan ganggunan lainnya. - Sapi merasa nyaman - Sapi tidak akan merusak lingkungan atau tanaman. - Memudahkan dalam pemberian pakan, minum, pengawasan kesehatan, pembersihan kotoran, dll. Letak kandang - Bangunan kandang sebaiknya terpisah dari rumah tinggal, untuk menghindari pencemaran bau yang ditimbulkan oleh kotoran sapi, air kencing, sisa pakan. - Letak kandang lebih tinggi dari tanah sekitarnya, agar mudah dalam pengaturan saluran air. - Tersedia air yang cukup untuk membersihkan kandang. - Berdekatan dengan lahan rumput dan jalan masuk ke lokasi kandang. - Jarak kandang satu dengan kandang lainnya minimal 10 m, dan jarak kandang dengan penampungan limbah/kotoran sapi minimal 25 m. Bangunan kandang Bangunan kandang menggunakan bahan yang disesuaikan dengan kemampuan dan murah, namun harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut: - Bangunanan kandang harus kuat, agar tidak mudah abruk mengingat tenaga sapi sangat kuat. - Bangunan kandang dibuat sedemikian sehingga mudah dibersihkan. - Lantai kandang sebaiknya dibuat dari semen, agak miring (2-6o) agar mudah dibersihkan, tidak licin, tahan diinjak sapi, dan tahan lama. - Di daerah dataran rendah/suhu udara panas, dinding kandang dibuat terbuka dengan setengah dinding. Sebaliknya di daerah dataran tinggi/suhu udara dingin, dinding kandang dibuat tertutup - Atap kandang sebaiknya dibuat dari genteng, agar ada udara masuk dari celah-celah genteng. - Siklus udara baik dan drainase/saluran air yang baik/lancar. - Ukuran kandang 1,5 x 2,5 m per ekor sapi Brangus. Kandang dapat dibuat koloni/kelompok/komunal dan setiap kelompok berisi 5-10 ekor sapi dengan luas ruang 10 - 20 m2. - Kandang sapi harus dilengkapi dengan tempat pakan dan tempat minum sapi, yang dibuat permanen agar hemat tenaga dan tahan lama. Disamping itu dekat dengan kandang sapi harus dilengkapi dengan tempat penyimpanan pakan hijauan dan pakan konsentrat, tempat penyimpanan peralatan (sekop, sapu, cangkul, sabit/parang), tempat penampungan sementara kotornan sapi, dan tempat berjemur sapi. - Bangunan kandang dibuat sedemikian rupa agar selalu mendapat cahaya pagi yang penuh ultra violet - Dihindarkan dari arah angin karena akan berdampak kurang baik terhadap perkembangan sapi yang digemukan. Kebersihan kandang Kebersihan kandang dan lingkungan/sekitarnya harus selalu dibersihkan secara rutin sehingga kebersihan terjaga dengan baik. Kandang yang selalu bersih dapat mengurangi bau dan lalat yang akan mengganggu kesehatan manusia yang ada di sekitarnya. Kotoran dan air kencing serta sisa-sisa pakan dibersihkan secara rutin dan dikumpulkan pada tempat yang disediakan dekat dengan kandang. Selamat mencoba ! Penulis : SUSILO ASTUTI H. (Penyuluh Pertanian Pusbangluhtan) Sumber Informasi: 1. Anonim. Teknologi Penggemukan Sapi Potong. Jawa Tengah, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. 2006. 2. Anonim. Pedoman Budidaya Ternak Sapi Potong Yang Baik (Good Farming Practice). Ditjen Peternakan. 2007. 3. http://www.deptan.go.id/daerah_new/banten/dispertanak_pandeglang/artikel_06.htm