Kandang adalah bangunan sebagai tempat tinggal ternak yang digunakan untuk melindungi ternak dari gangguan luar yang merugikan misalnya terik matahari, hujan,angin, maupun gangguan binatang buas. Disamping itu ternak jika dikandangkan akan menjadi lebih nyaman, tidak merusak lingkungan atau tanaman, memudahkan dalam pengelolaan usaha antara lain dalam pemberian pakan, pengawasan kesehatan serta pengumpulan dan pembersihan kotoran. Kandang dapat dibuat dalam bentuk ganda atau tunggal, tergantung dari jumlah sapi yang dimiliki. Pada kandang tipe tunggal, penempatan sapi dilakukan pada satu baris atau satu jajaran, sementara kandang yang bertipe ganda penempatannya dilakukan pada dua jajaran yang saling berhadapan atau saling bertolak belakang. Diantara kedua jajaran tersebut biasanya dibuat jalur untuk jalan. Ada 2 macam model kandang yaitu kandang individu maupun kandang komunal. Ke 2 model tersebut memiliki keuntungan dan kerugian tergantung dari kepemilikan lahan maupun modal yang dimiliki. Kandang komunal biasanya dengan memanfaatkan tanah bengkok atau sewa lahan sesuai kemampun. Dalam pembuatan kandang harus memenuhi persyaratan teknis, ekonomis maupun sosial, sehingga dapat memberikan rasa nyaman bagi ternak maupun lingkungan sekitarnya. Dalam membuat kandang, harus diperhatikan beberapa hal sebagai berikut: 1. Lokasi kandang Tidak menjadi satu dengan rumah tempat tinggal, bangunan umum dan lingkungan yang ramai. Disamping harus lebih tinggi dari sekitarnya untuk memudahkan pengaturan saluran, tersedia air bersih cukup. Akan lebih bagus lagi kalau dekat dengan lahan rumput maupun jalan masuknya luas. 2. Ukuran kandang untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5 x 2 m. Sedangkan untuk seekor sapi betina dewasa adalah 1,8 x 2 m dan untuk seekor anak sapi cukup 1,5 x 1 m. Maka sebelum membuat kandang sebaiknya diperhitungkan lebih dulu jumlah sapi yang akan dipelihara. 3. Perlengkapan kandang Peralatan kandang seperti sekop,sapu lidi,arit atau parang untuk memotong hijauan.Tempat pakan dan minum, yang sebaiknya dibuat di luar kandang, tetapi masih dibawah atap. Tempat pakan dibuat agak lebih tinggi agar pakan yang diberikan tidak diinjak-injak/ tercampur kotoran. Tempat air minum sebaiknya dibuat permanen berupa bak semen dan sedikit lebih tinggi dari pada permukaan lantai. 4. Kebersihan kandang Kebersihan kandang termasuk ternak sangat penting agar ternak tetap sehat.Lantai kandang harus diusahakan tetap bersih, 2 hari sekali dibersihkan. Lantai terbuat dari tanah padat atau semen, dan mudah dibersihkan dari kotoran sapi. Kotoran dan air kencing dikumpulkan pada tempat khusussehingga mengurangi bau dan lalat. Kotoran ditimbun di tempat lain agar mengalami proses fermentasi (+1-2 minggu) dan berubah menjadi pupuk kandang yang sudah matang dan baik. 5. Bahan bangunan Kandang Konstruksi kandang sapi seperti rumah kayu. Atap kandang berbentuk kuncup dan salah satu/kedua sisinya miring dan atapnya terbuat dari genteng karena tidak menimbulkan panas dan dapat mengalirkan udara dari celah-celah genteng. Lantai kandang dibuat padat, lebih tinggi dari pada tanah sekelilingnya dan agak miring kearah selokan di luar kandang. Maksudnya adalah agar air yang tampak, termasuk kencing sapi mudah mengalir ke luar, sehingga lantai kandang tetap kering. Kandang sapi tidak boleh tertutup rapat, tetapi agak terbuka agar sirkulasi udara didalamnya lancar. (Yulia Tri Sedyowati-Penyuluh Pertanian Madya) Sumber: Anonim, Teknologi penggemukan sapi Potong,2006. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah. Situs Web: http://www.ristek.go.id www.disnak.jabarprov.go.id/.../BUDIDAYA%20TERNAK%20SAPI%20POTONG