Sistematika, Devisio: Spermatophyta, Subdivisio: Gymnospermae,Classis: Dicotyledoneae, Ordo: Euphorbiales, Familia: Euphorbiaceae, Genus: Aleurites, Spesies: Reutialis trisperma (Blanco) Airy Shaw. Di beberapa daerah dikenal dengan nama lokal : Kemiri cina, kemiri racun, muncang leuweung, jarak bandung, jarak kebo, kemiri sunan, kaliki banten Morfologi, Pohonnya kekar, tinggi mencapai > 10 m, sistem perakaran dalam, kanopi rimbun dan lebar, diamater batang > 40 cm. Ciri khasnya bercabang tiga atau lebih secara simetris, daun terletak pada ranting diujung cabang. Akar, pertumbuhan perakaran cukup cepat dengan penyebaran lebar dan dalam. Pada awal pertumbuhan, akar tunggang tumbuh lebih dahulu kedalaman mencapai 9 meter, disusul dengan pertumbuhan akar lateral terkonsentrasi pada permukaan tanah sampai kedalaman 1 meter dengan luas areal perakaran mencapai 5 meter. Batang, tinggi mencapai 15-20 meter dengan lingkar batang mencapai 1,5,0-2,0 meter. umur 2 tahun tinggi mencapai 1,25-3 m. Bentuk silindris, permukaan kulit muda licin berwarna cokelat, setelah tua terkadang permukaan kulit kasar berwarna abu-abu kehitaman. Cabang, ciri khasnya sistem percabangan simetris berjumlah 3 secara lateral, latek/getahnya merah baik pada kulit cabang maupun batang. Umur 1-3 tahun cabang-cabang berjarak 0,25-1 m, letak cabang pertama sekitar 2-5 meter dari permukaan tanah, dengan jumlah cabang utama berkisar antara 2-4 cabang. Daun, bentuknya menjantung (cordata), tulang menyirip, tekstur permukaan halus, daging daun seperti kertas. Panjang 14-21 cm, lebar 13-20 cm, tanaman muda daunnya lebih besar dibanding ukuran daun tanaman tua. Letak daun yang mendapat sinar matahari penuh akan lebih luas ukuran daunnya dibanding daun yang terlindung. Satu helai daun disangga satu tangkai yang panjangnya 7-37 cm, paling diujung tangkainya lebih pendek. Tangkai terletak pada pucuk-pucuk ranting, satu tangkai pucuk terdapat 13-21 helai. Warna daun muda merah kecokelatan, daun tua hijau gelap. Bunga, tersusun berbentuk malai, mahkota putih kemerahan, putik kuning muda dengan ovari berwarna hijau, benangsari putih kekuningan, malai bercabang antara 5-7. Dalam satu rangkaian terdapat jantan dan betina, terkadang hanya jantan atau betina atau terdapat kedua-duanya. Ukuran betina > jantan. Bunga Betina, terdiri 5-7 daun mahkota berwarna putih, lima kelenjar nectar kecil, tiga tangkai putik pendek masing-masing dua stigma terbelah dua, dan tiga ruang bakal buah dengan satu bakal biji anatrop tiap ruangnya. Bunga Jantan, mempunyai 8-12 benang sari dengan pangkal benang sari menempel pada mahkota dan bersatu menjadi tiang bentuk kerucut, berambut kasar, memiliki 2-3 kelopak, lima daun tajuk yang berwarna putih, dan mempunyai lima benang sari yang kerdil. Bunga jantan dan betina, terdapat pada malai bunga yang berbeda. Malai jantan tidak mempunyai daun tetapi jumlahnya mencapai ratusan bunga. Malai betina terdapat daun pada pangkalnya dan hanya berjumlah puluhan bunga. Kadangkala pada tanaman muda persentase bunga jantan lebih banyak dibandingkan dengan bunga betina, tetapi pada umur dewasa kedua jenis bunga ini akan seimbang jumlahnya. Persarian tanaman, umumnya dilakukan oleh serangga tetapi dapat dilakukan oleh angin. Betina yang tidak dibuahi akan rontok dalam waktu seminggu. Jika terjadi pembuahan, pada 18 minggu buah akan mencapai ukuran sempurna. Pembentukan bunga, membutuhkan musim kemarau yang tegas, bila setelah penyerbukan jatuh hujan, maka bunga tersebut akan gugur. Musim berbunga terjadi pada bulan Februari - Maret dan Oktober - Nopember. Musim berbunga dan berbuah, tergantung keadaan ilklim, umumnya tanaman mulai berbunga pada umur 3 tahun, berbunga terjadi akhir musim hujan dan terdapat musim berbuah besar dengan produksi tinggi, tetapi ada yang berbuah diluar musim dengan jumlah sangat sedikit. Beberapa pohon mampu berbunga dan berbuah sampai 3 kali dalam 2 tahun. Buah, Buah terbentuk setelah 3-4 bulan sejak mekar. Buah kemiri minyak mencapai kematangan dan akan mulai berjatuhan setelah 5 bulan dari saat pembuahan. Jumlah buah per tandan antara 5-13 buah. Buah berbentuk bulat hingga bulat telur, berbulu lembut, agak pipih. Memiliki 1-3 ruang yang berisi biji. Buah berwarna hijau waktu muda, setelah matang berwarna hijau kekuningan sampai kecoklatan. Kulit buah tebalnya sekitar 3-5 mm dan membungkus biji di dalamnya. Buah masak mempunyai ukuran sekitar 5-7 cm, dengan panjang 5-6 cm. Biji, Biji kemiri minyak berkulit tidak sekeras kemiri sayur yang menyerupai tempurung dengan permukaan luar yang sedikit licin. Tempurung biji ini tebalnya sekitar 1-2 mm, berwarna cokelat atau kehitaman. Biji kemiri sunan memiliki bentuk membulat. Diameter daging biji mencapai 23-27 mm. Di dalam biji terdapat daging biji berwarna putih yang kaku (endosperm dengan kotiledon di dalamnya). Bila dilihat buah secara keseluruhan, terdapat kulit buah, daging buah (mesocarp), lapisan kayu (endocarp), kulit biji (tempurung), daging biji (kernel). Kernel, kemiri minyak mengandung asam ?-oleostearat yang bersifat racun, sehingga tidak dapat dikonsumsi langsung oleh manusia maupun hewan, sehingga berpotensi sebagai pestisida nabati. Penulis : AGUS SUTARMAN., Penyuluh Pertanian Madya Pusluhtan. Sumber: Pedoman Teknis Budidaya Keniri Sunan Direktorat Jenderal Perkebunan. Tahun 2010.