
Pada prinsipnya kenduri blang adalah tradisi doa bersama masyarakat tani yang dilakukan sebelum atau sesudah musim tanam padi. Kenduri ini merupakan wujud syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang diberikan sekaligus permohonan doa agar pertanian padi dapat tumbuh dengan baik, dijauhkan dari hama dan penyakit, serta menghasilkan panen yang melimpah. Melalui kegiatan kenduri blang, petani juga mempererat silaturahmi dan menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang sudah diwariskan turun-temurun.
Pelaksanaan kenduri blang di Gampong Lamtimpeung dipimpin oleh Kelompok Tani Hareukat Meugoe dan turut menghadirkan para pemangku kepentingan, termasuk staf pegawai BPP Darussalam. Acara yang beragenda doa bersama ini berlangsung pada Minggu, 31 Agustus 2025, mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai, bertempat di Balee Jeureujang Gampong Lamtimpeung.
Dalam kegiatan ini, masyarakat berkumpul di balee gampong untuk bersama-sama memanjatkan doa dan membaca ayat suci Al-Qur’an. Kenduri blang tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga menjadi media pendidikan sosial bagi petani. Melalui forum ini, para penyuluh pertanian dapat menyampaikan pesan-pesan terkait teknik budidaya, inovasi pertanian, maupun informasi dari pemerintah agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat.
Seperti halnya media audiovisual dalam penyuluhan, kenduri blang berfungsi sebagai media tradisional yang efektif untuk menyampaikan pesan. Karena dilaksanakan dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan, penyuluhan atau informasi pertanian yang disisipkan di dalam acara kenduri akan lebih diterima. Selain itu, tradisi ini juga menggugah emosi dan memperkuat motivasi petani untuk menjaga lahan sawahnya, sehingga mendukung keberhasilan musim tanam.
Diharapkan dengan adanya pelaksanaan kenduri blang di Gampong Lamtimpeung ini, selain memperkuat ikatan sosial masyarakat, juga menjadi sarana menyelaraskan doa dan ikhtiar dalam meningkatkan produktivitas pertanian padi di Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar.

Sebagai penutup acara, masyarakat dan tamu undangan menikmati hidangan kuah beulangong khas Aceh Besar secara bersama-sama. Tradisi makan bersama ini semakin menambah suasana keakraban, mempererat kebersamaan, serta menjadi simbol syukur atas rezeki yang telah diberikan.