Loading...

Kebun Percontohan

Kebun Percontohan
Kebutuhan konsumsi beras di Kalimantan Barat di predeksi 139,5 kg/perorang pertahun, seiring dengan pertambahan penduduk tentu kebutuhan konsumsi penduduk juga meningkat. Produksi pangan meningkat, kebutuhan pangan juga terus meningkat, apalagi orientasi makanan bersumber pada pangan khususnya beras. Pemetintah Provinsi Kalimantan Barat berupaya menekaan konsumsi pangan beras di masyarakat dengan melakukan diversifikasi pangan non beras, protein nabati maupun hewani. Konsep diversifikasi pangan dengan melsanakan kebun percontohan yang dilaksanakan Tim Penggerak PKK Prov Kalbar Jalan Perdamaian Gang Perintis Kabupaten Kubu Raya. Di kebun percontohan ini di kembangkan berbagai komoditas pertanian, melibatkan instansi terkait diantaranya Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan Ketahanan Pangan. Komoditas yang diusahakan antara lain tanaman cabai, pare, terung, kacang panjang, gambas dan lainnya, juga dikembangan lele terpal dan ternak sapi ungkap Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Kalbar. Kebun PKK dibawah kepemimpin Ibu Gubernur Kalimantan Barat Frederika mengatakan lele terpal disamping bermanfaat untuk konsumsi keluarga, air ikan terval dapat juga di manfaatkan sebagai pupuk organik dengan menyiramkan pada tanaman. Demikian juga halnya dengan sapi, kotoran dan air kencingnya juga dapat di manfaatkan menjadi pupuk organik. Lebih lanjut Ketua PKK Kalbar Ibu Frederika mengatakan yang ada di kebun percontohan ini semuanya dapat dimanfaatkan, baik sebagai konsumsi, penghasil pupuk organik, sumber proteein yang pada ahirnya merupakan nilai tambah penghasilan keluarga. Ibu Ketua PKK Frederika berharap agar Penggerak PKK Kabupaten/Kota dapat mengembangkan Kebun percontohan di daerahnya, khusnya pada desa model, desa yang menjadi percontohan maupun pada desa-desa lainnya serta masyarakat dalam memanfaatkan sejengkel tanah di lahan pekangan. Berbepa terobosan telah dilakukan Tim Penggerak PKK dalam menum-buh kembangkan Kebun Percon-tohan, sebagai penggerak di Pro-vinsi, Frederika isteri orang nomor satu Kalbar, mengundang para istri Bupati/Walikota se Kalbar beserta wakilnya langsung di lokasi Kebun Percontohan Penggerak PKK Provi-nsi, untuk melihat langsung, agar dapat dikembangkan serta mewujudkan rumah pangan Lestari di Kabupaten/Kotanya masing ungkapnya. Selanjutnya Ir. Hazairin, MS Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kalimantan Barat mengungkapkan dimulainya kebun Percontohan PKK ini merupakan kerjasama yang solid antar instansi terkait, aneka tanaman tumbuh subur karena terintegarasi dengan sapi dan lele teraval merupakan sumber pupuk organik. Sejak dimulainya kegiatan Kebun Percontohan PKK, Hazairin mengharapkan agar contoh nyata dari kebun percontohan ini dapat ditiru masyarakat di tempat tinggalnya masing-masing. Manaf Mustafa Kadis Peternakan dan Keswan dengan 6 ekor sapi yang di alokasikan di Kebun percontohan ini mengatakan 1 ekor sapi mampu menghasilkan 10 kg pupuk organik, 1 kg pupuk organik harga jualnya Rp 1.500, artinya dari kotoran sapi (pupuk organik) saja sudah dapat dihasilkan Rp 15.000 perhari, ini merupakan nilai tambah yang dapat di hasilkan petani, luar bisas ungkapnya. Tidak itu saja air lele dapat memperpanjang umur tanaman jika disiramkan pada tanaman misalnya umur tanaman pare 90 hari, jika disiramkan dengan air ikan lele dengan rutin maka umur tanaman pare dapat bertahan menjadi 120 hari, nilai tambah hasilnya luar biasa, silahkan kembangkan metoda dan cara ini di daerahnya masing-masing ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gatot Rudiyono. (Her Akbar)