Loading...

Kebutuhan Gizi Dan Pakan Ayam Buras

Kebutuhan Gizi Dan Pakan Ayam Buras
Pakan merupakan faktor yang penting untuk keberlangsungan kehidupan ayam buras. Pakan sebagai sumber gizi untuk kebutuhan hidup tumbuh dan berproduksi bagi ayam buras. Pemeliharaan budidaya ayam buras secara tradisional dengan pemberian pakan seadanya dan tidak jarang ayam buras disuruh cari pakan sendiri tentunya kandungan gizi pakan ayam buras sangat sulit sulit untuk memenuhi persyaratan kandungan gizi pakan guna keperluan kebutuhan hidup tumbuh dan berproduksi. Pakan yang diberikan pada ransum ayam buras harus mengandung zat gizi pakan yang terdiri dari karbohidrat protein lemak vitamin dan mineral Bentuk ransum ayam buras Ransum merupakan sajian pakan ternak yang sudah diperhitungkan gizi pakan yang diperlukan dari masing masing budidaya ternak Ransum yang diberikan pada ayam buras dapat berupa tepung, butiran atau biji bijian dan hijauan.Pakan bentuk tepung mudah dan cepat untuk dicerna dan biasanya diberikan pada anak ayam yang baru menetas sampai umur 2 bulan dan ayam buras petelur.Ransum bentuk tepung dapat diberikan dalam keadaan kering atau basah. Bila diberikan dalam keadaan kering harus disediakan air minum yang cukup. Jika diberikan dalam keadaan basah seperti bubur akan digemari oleh ayam buras dewasa. Kelemahan dari pakan tepung dalam keadaan basah harus habis dalam waktu 1,5 jam kalau tidak dapat membahayakan bagi kesehatan ayam buras. Pakan dalam bentuk butiran atau biji bijian sifatnya agak keras dan agak lama dicerna bisa tinggal lama ditembolok sekitar 3 jam. Bahan pakan butiran diantaranya jagung, padai, kacang kacangan dan sorghum. Bahan pakan ini banyak mengandung karbohidrat. Pemberian pakan butiran dilakukan pada sore hari dan sangat baik diberikan pada ayam muda umur 3 bulan keatas. Pakan hijauan yang disajikan pada ayam buras harus dalam keadaan segar. Zat pakan yang diakndung pakan hijauan terdiri dari air, protein, lemak serat kasar, vitamin dan mineral yang terdiri dari kapur, fosfor dan garam Kebutuhan pakan kutuk sampai dara pada ayam buras Kuri atau anak ayam umur sehari sampai dua hari setelah menetas tidak perlu diberikan pakan, sebab masih mempunyai cadangan makanan kuning telur yang ada didalam perur kutuk. Setelah dua haridapat diberikan pakan berupa tepung atau dedak halus yang mudah dicerna. Pakan yang diberikan kutuk sampai ayam dara buras harus banyak mengandung protein dengan pemberian pakan secara adlibitum yang diberikan secara tak terbatas dan selalu tersedia setiap waktu. Pemberian pakan kutuk sampai ayam dara dapat mengacu pada anjuran rekomendasi berikut Umur ayam buras Pemberian pakan 1 - 14 hari 15 - 45 hari 1,5 - 3 bulan 2 - 4 bulan 3 - 6 bulan 6 bulan keatas 10 - 20 gram pakan berupa tepung 20 - 30 gram pakan berupa tepung 30 gram pakan tepung + 20 gram pakan butiran 20 gram pakan tepung + 20 gram pakan butiran 10 gram pakan tepung + 60 gram pakan butiran 100 gram pakan butiran Kebutuhan pakan ayam buras petelur Kebutuhan pakan ayam buras petelur 100 gram/ hari. Pemberian pakan dilakukan 2 kali pada pagi hari diberikan pada pagi hariberupa dedak dan tengah hari pakan butiran. Pakan butiran dapat diberikan secara bergantian antara lain gabah dan jagung pecah Selain pakan dedak dan pakan butiran ayam buras juga dapat diberikan pakan sayuran sisa limbah rumah tangga yang dicampurkan dengan dedak atau diberikan secara tunggal, grit dan vitamin yang dicampurkan pada minuman ayam, buras. Sebuah ilustrasi dapat menjadi menjadi pembanding dalam memberikan pakan pada ayam buras petelur. Pengalaman yang dilakukan petani ayam buras di Depok dalam mengelola ayam buras sebagai pencetak telur dengan pemeliharaan dalam kandang baterai dengan memberikan pakan tidak sebagaimana umumnya pmberian pakan pada ayam buras. Perlakukan yang dilakukan memberikan pakan ayam buras dengan pakan ayam ras petelur dan produksi telur yang dihasilkan cukup lumayan. Untuk 8 ekor ayam buras dalam seharinya membutuhkan 0,5 kg pakan ayam ras petelur, Setelah masing masing ayam buras menghasilkan produksi 30 butir ayam buras mulai menunjukkan adanya gejala ingin mengeram. Namun sama sekali tidak diberikan kesempatan. Tetapi ayam diberlakukan perlakuan untuk menghilangkan sifat mengeram. Perlakuan yang dilakukan memandikan ayam buras selama 4 hari berturut turut pada pagi hari dan dilepaskan bebas dipekarangan dan pada sore hari ayam dikandangkan seperti biasa pada klandang baterai. Dan setelah satu minggu masing masing ayam buras akan bertelur kembali seperti sedia kala. Setelah dibudidayakan selama satu tahun kemampuan menghasilkan produksi telur menurun ayamdiafkir dan beralih menjadi ayam potong dengan harga jual yang men janjikan artinya petani peternak ayam buras petelur menikmati hasil ganda dari hasil produksi telur dan harga jual ayam pedaging. Kebutuhan pakan ayam buras yang sedang mengeram Pemberian pakan ayam buras yang sedang mengeram tidak membutuhkan kandungan protein yang tinggi. Pakan yang diberikan pakan biji bijian berupa gabah, beras dan jagung, Jumlah pakan yang diberikan tidak terbatas yang diberikan satu kali sehari. Induk ayam buras yang sedang mengeram akan turun dari eraman untuk makan minum, berkirap dan buang kotoran. Penempatan pakan dan minum harus jauh dari sarang pengeraman dengan tujuan agar induk ayam tidak makan minum didekat sarang atau diatas sarang pengeraman yang akan membuat kotor sarang pengeraman. Bila sarang pengeraman kotor proses pengeraman akan terganggu dan berakibat pada kegagalan penetasan. Sumber ; 1. B. Sarwono Beternak Ayam Buras Penebar Swadaya Cetakan ke VI 1992