Loading...

Kebutuhan Pupuk dan Pemupukan Pada Tanaman Padi

Kebutuhan Pupuk dan Pemupukan Pada Tanaman Padi
Pupuk dan Pemupukan Pupuk merupakan material yang ditambahkan pada lahan tanaman dengan tujuan untuk melengkapi unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Didalam tanah sebenarnya sudah tersedia berbagai jenis unsur hara, tetapi kadang-kadang jumlahnya tidak mencukupi, oleh sebab itu perlu ditambahkan atau diberikan pupuk. Pada lahan yang tidak terlalu subur tanaman padi perlu dipupuk dengan dosis dan jenis pupuk yang tepat agar bisa tumbuh dan berproduksi secara maksimal. Pupuk untuk tanaman padi bermacam-macam, baik pupuk anorganik maupun pupuk organik. Menentukan Kebutuhan Unsur Nitrogen Dengan Bagan Warna Daun (BWD)Pemberian hara dalam bentuk pupuk dapat dilakukan berdasarkan fase pertumbuhan tanaman, ataupun dengan melihat penampilan tanaman di lapangan. Salah satu cara pemberian pupuk Urea pada tanaman padi adalah dengan mengawasi perubahan warna daun dengan bantuan alat yang dinamakan bagan warna daun (BWD). Cara menggunakan BWD (Bagan Warna Daun) dan cara menentukan saat pemupukan nitrogen pada tanaman padi yaitu : Ambil secara acak sebanyak 15 – 20 rumpun contoh, Kemudian cocokan warna daunnya dengan warna hijau pada alat BWD. Jika rata-rata pengamatan warna hijau daun berada di skala warna 3 atau lebih rendah lagi (pada BWD 4 skala) atau di skala 4 atau lebih rendah lagi (pada BWD 6 skala) maka tanaman segera dipupuk N (Urea dan sejenisnya) karena tanaman telah mengalami lapar hara N atau kekurangan hara N. Jila pada monitoring BWD diperoleh rata-rata lebih dari skala 3 (pada BWD 4 skala) atau lebih dari skala 4 (pada BWD 6 skala), maka tanaman tidak perlu diberi pupuk N (Urea) karena tanaman masih mampu memperoleh hara N dari tanah. Monitoring pemberian pupuk dengan alat BWD dilakukan sejak 14 HST sampai fase berbunga (63 HST) setiap 7 hari sekali. Banyaknya penambahan Urea, bila terjadi kekurangan hara N adalah 70 kg Urea/ha. Berdasar pengalaman cara pemberian Urea seperti itu dapat dihemat rata-rata 100 kg/ha tanpa menurunkan hasil gabah. Dosis, Jenis Pupuk dan Waktu Pemupukan Tanaman PadiPemberian pupuk sebaiknya dilakukan secara terjadwal berdasarkan fase pertumbuhan tanaman padi. Pemupukan secara terjadwal dapat mencegah tanaman kekurangan unsur hara, karena pemberian pupuk dilakukan pada waktu dan dosis yang tepat pada setiap fase pertumbuhan tanaman. Pupuk nitrogen atau urea diberikan 3 kali agar pemberian pupuk N menjadi lebih efesien terserap oleh tanaman padi. Sedangkan pemberian pupuk KCl dilakukan 2 kali, agar proses pengisian gabah menjadi lebih baik dibanding dengan satu kali pemberian bersamaan dengan pupuk Urea pertama. Berikut ini dosis, jenis pupuk dan waktu pemupukan pada tanaman padi: 1. Pupuk susulan I ; Pemupukan susulan pertama diberikan ketika tanaman padi berumur 7 – 10 HST. Pupuk yang digunakan adalah 75 kg pupuk Urea, 100 kg pupuk SP-36 dan 50 kg pupuk KCl per hektar. 2. Pupuk susulan II : Pemupukan susulan kedua diberikan ketika tanaman padi berumur 21 HST. Pupuk yang digunakan adalah 150 kg pupuk Urea per hektar. 3. Pupuk susulan III ; Pemupukan susulan ketiga diberikan ketika tanaman padi berumur 42 HST. Pupuk yang digunakan adalah 75 kg pupuk Urea dan 50 kg pupuk KCl per hektar. Dari jumlah pemberian pupuk susulan tanaman padi yang diaplikasikan 3 kali pemupukan diatas, berarti dalam 1 hektar tanaman padi dalam satu musim tanam membutuhkan pupuk nitrogen, phosphor dan kalium masing-masing sebagai berikut: Kebutuhan pupuk Urea (nitrogen): 300 kg/Ha, Kebutuhan pupuk SP36/TSP (phosphor): 100 kg/Ha, Kebutuhan pupuk KCL (kalium): 100 kg/Ha. Kebutuhan pupuk atau dosis pupuk yang diperlukan dalam 1 hektar tanaman padi diatas bukan merupakan standar baku. Jenis pupuk dan dosis yang digunakan disesuaikan dengan kondisi tanaman dan tingkat kesuburan tanah. Pemberian hara P dan K dapat ditentukan berdasar hasil analisis tanah atau melihat status hara P dan K dari peta status hara. Secara umum hara P dan K tidak perlu diberikan setiap musim. Hara P dapat diberikan tiap 4 musim sekali sedangkan hara K dapat tiap 6 musim sekali. Hal ini disebabkan pupuk P yang diberikan ke tanah, hanya ± 20 % nya terserap tanaman sedang sisanya terakumulasi dalam tanah, sementara itu pupuk K yang diberikan ke dalam tanah, hanya terserap tanaman ± 30 % dan sisanya terakumulasi dalam tanah. Sementara itu sumbangan hara K dari air irigasi juga cukup tinggi ± 23 kg K2O/ha/musim atau setara dengan 38 kg KCl/ha/musim. Bila para petani bersedia mengembalikan semua jerami ke dalam tanah sawah, maka tidak perlu lagi menambahkan pupuk KCl, karena sebanyak 80 % hara K yang diserap oleh tanaman padi terakumulasi dalam jerami. Pada pembakaran jerami maka semua N serta sebagian P dan K yang ada dalam jerami hilang. Dampak negatif lainnya dari pembakaran jerami antara lain mikro organisme tanah terganggu, tanah menjadi padat, kesuburan tanah menurun karena bahan organik tanah ikut terbakar, serta terjadi polusi udara. Suplai hara dari tanah tergantung pada kesuburan tanahnya. Demikian “Dosis Pupuk Tanaman Padi, Jenis Pupuk Tanaman Padi dan Waktu Pemupukan Tanaman Padi” Semoga bermanfaat… Oleh Safrullah, SPPenyuluh Pertanian Madya