Inseminasi buatan (IB) telah menjadi salah satu teknologi reproduksi paling penting dalam industri peternakan modern.Teknik ini memungkinkan transfer materi genetik dari pejantan unggul ke betina dalam jumlah besar tanpa harus mempertemukan keduanya secara langsung. Selain itu, IB juga menjadi strategi strategis pemerintah dalam program Swasembada Daging Sapi.
Inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik merupakan teknik memasukkan semen dari sapi jantan unggul ke dalam saluran reproduksi sapi betina tanpa melalui perkawinan alami. Inovasi ini sangat penting dalam dunia peternakan karena memberikan banyak manfaat bagi peternak. Penerapan IB dapat meningkatkan produktivitas ternak, meningkatkan kualitas genetik, dan meningkatkan efisiensi biaya pakan ternak. Dengan penggunaan IB, peternak dapat menekan biaya pakan ternak.
Penyuluh Pertanian lapangan kecamatan Tebing Tinggi Barat bekerjasama dengan Dokter hewan dan Petugas Inseminator Kabupaten Kepulauan Meranti membantu peternak yang berminat dan bersedia ternaknya untuk dilakukan suntik IB. Petugas Penyuluh Pertanian mensosialisasikan persiapan untuk ternak yang akan di IB yaitu sapi betina yang akan disinseminasi harus memasuki fase birahi. Waktu yang tepat untuk melakukan inseminasi adalah pada saat sapi betina memasuki puncak birahi biasanya antara 12 sampai 18 jam stelah tanda-tanda birahi muncul.
Manfaat dari Kegiatan Inseminasi buatan ini adalah Peningkatan kualitas genetik yaitu dengan memilih kualitas bibit unggul petani dapat meningkatkan genetik ternak dalam waktu singkat, Efisiensi waktu karena denga inseminasi Buatan mengurangi kebutuhan untuk memelihara pejantan dan mencegah kawin sedarah, dan peternak dapat memilih jenis kelmin anak sapi yang diinginkan.