Dalam mensukseskan program peningkatan kesejahteraan petani sektor hortikultura sebagai unggulan, pemerintah Kota Bontang sangat konsisten seiring Visi dan Misi Kota Bontang Yaitu Gren City, Kreatif City dan Smart City. Pada kegiatan pertanian hortikultura segala strategi dan upaya dilakukan untuk peningkatan luas tanam dan produktivitas di daerah-daerah sentra produksi. Operasioanalisasi pencapaian target di lapangan benar-benar perlu adanya sarana dan prasarana yang harus menunjang demi kelancaran para pelaku utama ( Petani ) untuk berusaha tani. Melihat dari sajian fakta di atas, siapapun dari kita akan langsung beropini bahwa penjabaran program Grend, Kreatif dan Smart City sektor hortikultura bukanlah hal yang berlebihan, bahkan merupakan kebijakan vital yang memang diambil oleh pemerintah kota bontang maupun dari swasta sehingga target tersebut dapat direalisasikan. Kelompoktani “Agro Lestari” Dengan orientasi usaha budidaya komoditi Tanaman hortikultura salah satunya Tomat yang dominan seluruh anggota kelompoktani, maka kami secara terus menerus musim permusim selalu menanam dan merotasi pola tanam Hortikultura. Namun sangat disayangkan, karena beberapa keadaan yang sangat memperihatinkan seperti hasil Produksi dan produktivitas kami selalu rendah hanya mencapai rata-rata 6-7 ton / Ha dengan perhitungan tingkat petani, masih mengalami kerugian dikarenakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang yang digunakan masih sangat terbatas dengan keswadayaan dalam hal peningkatan SDM dan pengusaan teknologi. kelompok tani Agro Lestari yang masih sangat terbatas dari pemasalahan yang dihadapi, maka mcmutuskan lewat musyawarah kelompok mengusulkan kerja sama dengan pihak Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Bontang dan PT. Pupuk Kaltim untuk dapat mcndukung meningkatkatkan Pengetahuan, Keterampilan dan sikap pelaku utama (petani). Alat-alat panen yang harus disiapkan : Sarung tangan untuk memetik toma; Wadah ember untuk tempat menampung panen; Kereta dorong untuk wadah penampung setelah dari ember; Saung Tani/Gubuk untuk alas pada saat pengumpulan dan pemilihan sebelum dilakukan penimbangan; Timbangan berat gram/kilogram untuk menghitung berat tomat; Peti Kayu sebagai tempat akhir untuk tempat hasil akhir penimbangan dan memilah ukuran tomat sesuai ukuran yang; Hitung Jumlah Panen Hortikultura Perhitungan jumlah panen tomat dalam suatu luasan tertentu dihitung dengan metode manual dari jumlah panen tiap petikan; Metode perhitungan panen dibedakan menjadi dua, sesuai dengan jenis perlakuan pemupukan berimbang (Pupuk Kandang, Kapur Dolomit, NPK 16-16-16 & UREA Prill) dan perlakuan yang biasa dilakukan petani (Pupuk Kandang (Ayam), Kapur Dolomit, NPK Phoska & ZA) dengan luas keseluruhan 1 Ha dibagi masing-masing 5000 m2; Proses penghitungan panen tomat dilakukan dengan mengambil seluruh hasil panen yaitu buah tomat, yang dipisahkan 2 perlakukan. Perlakuanya dengan perhitungan panen dilakukan manual. Pertama dipetik petani lalu dikumpulkan diember lalu dikumpulkan dalam gubuk. Kedua dilakukan greding untuk memisahkan tanaman rusak atau kecil supaya tidak merusak kualitas. Ketiga Setelah selesai dimasukan dalam peti, kemudian ditimbang berdasarkan perlakuan petanian dan berimbang tripel 16 dan perlakuan petani. Penulis : Bambang Tridaryono, S.ST