Sebagai wujud nyata komitmen bersama dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, kegiatan panen jagung serentak kuartal II telah dilaksanakan dengan melibatkan unsur POLRI, pemerintah daerah, serta para petani di berbagai wilayah. Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam mendorong peningkatan produksi pangan, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.
Kegiatan panen jagung serentak ini merupakan tindak lanjut dari program “POLRI Peduli Ketahanan Pangan”, yang diinisiasi untuk mengoptimalkan lahan pertanian produktif dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam upaya menjaga stabilitas pangan nasional. Pelaksanaan panen kali ini difokuskan pada hasil tanam jagung yang telah dilakukan pada awal tahun, dan kini memasuki masa panen di kuartal kedua. Momentum ini menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan kelompok tani dalam mengelola lahan pertanian secara berkelanjutan.
Acara panen jagung serentak dimulai dengan sambutan dari Kapolres Lampung Utara, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membantu masyarakat meningkatkan produksi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di daerah. Beliau juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor, terutama antara aparat, pemerintah, dan masyarakat tani, dalam mengoptimalkan potensi lahan yang ada agar tetap produktif dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat. Dalam kesempatan tersebut, para penyuluh memberikan penjelasan mengenai hasil produksi jagung yang meningkat dibandingkan musim sebelumnya, berkat penerapan teknologi budidaya yang lebih baik, penggunaan varietas unggul, serta perawatan tanaman yang sesuai dengan anjuran teknis. Peningkatan produktivitas ini menjadi bukti bahwa pendampingan dan penyuluhan yang berkelanjutan memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan usaha tani.
Panen dilakukan di lahan jagung milik kelompok tani binaan Polri yang tersebar di Kecamatan Sungkai Utara. Luas lahan yang dipanen mencapai puluhan hektare, dengan hasil yang cukup menggembirakan. Petani mengaku sangat terbantu dengan adanya dukungan dari Polri dan pemerintah daerah, baik dalam bentuk pendampingan, penyediaan bibit unggul, maupun pengawasan distribusi pupuk. Hasil panen kali ini diperkirakan meningkat sekitar 10–15 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Kegiatan panen jagung serentak ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga memiliki nilai sosial dan edukatif yang tinggi. Melalui program ini, masyarakat semakin memahami pentingnya ketahanan pangan dan kemandirian dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan secara lokal. Pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah bahwa menjaga ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa — mulai dari petani, penyuluh, pemerintah, hingga aparat keamanan.
Program ini sekaligus menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi antara POLRI dan masyarakat tani dapat memberikan hasil positif yang berkelanjutan, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Melalui semangat kerja sama ini, diharapkan Lampung Utara dapat terus menjadi salah satu daerah penyangga pangan nasional dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang tangguh, mandiri, dan berdaulat di bidang pertanian.