Desa Harapan Baru merupakan satu dari dua desa / kelurahan di Kecamatan Mandau yang memilki lahan sawah untuk budidaya padi. Luas lahan saah saat ini mencapai 165 Ha yang dikelola oleh tiga Kelompok Tani yaitu Kelompok Tani Karya Makmur, Karya Mukti, dan Mekar Sari. Para petani ini melakukan kegiatan budidaya diatas lahan Pertamina Hulu Rokan dengan status pinjam pakai. Kegiatan budidaya berlangsung selama dua musim tanam dalam satu tahun. Pada kunjungan Lapangan PPL (16/03/2024) oleh Syafwarni, S.TP diketahui bahwa budidaya ini telah mencapai tahap kegiatan pemanenan. Pemanenan merupakan salah satu bagian penting dalam budidaya padi. Tahapan ini sangat penting karena akan menentukan kualitas bulir padi yang dipanen. Kegiatan panen ini masih dilakukan secara manual karena penggunaan teknik mekanis belum dapat dilakukan. Selain karena kurangnya alat panen seperti Combine Harvester, kondisi lahan juga sulit untuk diakses oleh mesin atau alat panen padi sejenisnya. Teknik panen padi secara manual dengan menggunakan sabit atau alat tradisional lainnya digunakan oleh seluruh [etani pada kelompok tani ini. Pada teknik panen manual, batang tanaman padi dipotong bagian pangkalnya menggunakan sabit yang tajam. Kemudian padi dikumpulkan pada satu tempat, biasanya berada pada bagian tengah sawah yang sudah diberi alas terpal. Setelah itu, dipukul menggunakan papan kayu, sehingga gabah terlepas dari tangkainya. Tahap selanjutnya yaitu kegiatan pasca panen yaitu penjemuran, pemisahan bulir padi dengan kulitnya dan pengemasan. Berikut ini keuntungan panen padi manual yaitu alat panen padi mudah ditemukan seperti sabit, harganya murah, cara pemakaiannya juga muda, dapat digunakan diberbagai kondisi lahan. Sementara itu, beberapa kekurangan cara panen padi ini adalah waktu panen yang lama, membutuhkan tenaga kerja yang banyak, kehilangan hasil panen cukup tinggi, kurang efektif dan efisien jika dilakukan pada lahan yang luas. Penulis : Rizki Aprelia, S.P (Penyuluh Pertanian Kec. Mandau Kab. Bengkalis Prov. Riau) Maret 2024