KEGIATAN PENANGKARAN BENIH PADI : PETANI MANDIRI DAN BERDAYA SAING
Disusun oleh :
drh. Rhiska Irdyna Riantama
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Benih padi merupakan salah satu sarana budidaya tanaman yang mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam upaya peningkatan produksi dan mutu budidaya hasil tanaman yang pada akhirnya peningkatan pendapatan petani dan kesejahteran masyarakat. Oleh karena itu perbaikan perbenihan padi harus mampu menjamin tersedianya benih bermutu secara memadai dan berkesinambungan.
Pembangunan perbenihan padi bertujuan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan benih bermutu secara berkelanjutan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh rangkaian sistem perbenihan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam rangka menjamin ketersediaan benih bermutu dari varietas unggul padi di Jawa Barat adalah melalui pengembangan penangkaran benih padi. Diharapkan melalui kegiatan tersebut kebutuhan petani akan benih bermutu dari varietas unggul dapat dipenuhi oleh petani penangkar benih setempat.
Tujuan
PEMBAHASAN
Petunjuk teknis penangkaran benih padi meliputi persiapan lahan dan benih, penanaman, pemeliharaan, seleksi atau roguing, panen dan pasca panen hingga penyimpanan benih.
1. Persiapan
· Penyediaan sarana
· Pemilihan benih sumber
· Pemilihan lokasi
· Penyiapan lahan
2. Penanaman
· Perlakuan benih
Benih sumber yang akan digunakan untuk pertanaman produksi benih haruslah satu kelas lebih tinggi dari kelas benih yang akan diproduksi.
Pemilahan benih padi sebelum disemai atau ditebar dapat dilakukan dengan perendaman benih ke dalam larutan garam 3%. Benih yang tenggelam menunjukkan benih yang baik. Sebelum disebar, benih direndam selama 24 jam kemudian diperan selama 24 jam
· Penyemaian dan penanaman
Semai benih lalu tanam bibit dilahan yang telah disiapkan dengan jarak tanam yang sesuai dengan varietas
3. Pemeliharaan
· Penyiangan
Dilakukan secara intensif untuk mengendalikan gulma agar tidak bersaing dengan tanaman padi dalam menyerap nutrisi
· Pemupukan
Pupuk diberikan secara teratur sesuai kebutuhan tanaman
· Pengendalian Hama dan penyakit (OPT)
Dilakukan Pengendalian Hama Terpadu (PHT)
4. Seleksi atau Roguing
Dilakukan seleksi dan pembuangan tanaman yang tidak normal atau berbeda dari varietas yang ditanam secara rutinselama pemeliharaan untuk menjaga kemurnian genetik.
5. Panen dan Pasca Penen
· Pemanenan
Dilakukan panen saat biji sudah matang secara merata
· Pengeringan
Jemur calon benih dengan panas matahari atau menggunakan flat bed dryer. Dan dibolak balik setiap 2 jam hingga kadar air mencapai sekitar 11 %
· Pembersihan
Calon benih dibersihkan dari kotoran dengan seed cleaner
· Pengemasan
Benih yang sudah bersih dikemas kedalam wadah yang kedap udara dan diberi label
6. Penyimpanan
Benih disimpan di tempat yang sejuk, kering dan aman dari serangan hama atau penyakit
7. Sertifikasi
· Pengajuan
Mengajukan permohonan sertifikasi benih kepada BPSB setempat
· Proses
BPSB akan memverifikasi lapangan, melakukan pengujian dan pengawasan untuk memastikan benih memenuhi standar mutu yang ditandai dengan pemberian label putih
Salah satu kegiatan penangkaran padi Kabupaten Kuningan adalah kelompoktani Wargi Saluyu 2 di Desa Panyosogan Kecamatan Luragung. Ketua kelompoktani Wargi Saluyu II adalah Bapak Tayuman. Kegiatan ini dibina oleh penyuluh Yaya Cahya, SP. Kelompoktani ini memiliki luas lahan sawah 20 Ha dan sekitar 10 Ha yang digunakan untuk kegiatan penangkaran ini. Varietas yang digunakan pada kegiatan ini adalah Inpari 32. Dari 10 Ha kegiatan penangkaran ini dapat menghasilkan 50 ton benih padi. Untuk 50 ton benih padi yang dihasilkan 50 % untuk petani dan 50 % untuk dilakukan sertifikasi. Hasil benih padi akan dilakukan sertifikasi oleh BPSB Majalengka. Benih padi dari kelompoktani Wargi Saluyu II adalah Label Biru. Benih yang dihasilkan digunakan untuk memenuhi kebutuhan benih petani di kabupaten Kuningan.

Foto 1. Gudang Penangkran Padi Kelompoktani Wargi Saluyu II
Foto 2. Pembinaan oleh Penyuluh Pertanian

Foto 3. Labeling oleh BPSB Majalengka

Foto 4. Kemasan Benih Padi
KESIMPULAN
Dengan adanya kegiatan penangkaran benih padi ini akan menjamin ketersediaan benih unggul di Kabupaten Kuningan. Sehingga pendapatan petani meningkat dan menciptakan petani mandiri dan berdaya saing.
DAFTAR PUSTAKA
https://repository.pertanian.go.id