Loading...

Kegiatan Pendampingan Percepatan Tanam Di Kecamatan Bunga Mayang

Kegiatan Pendampingan Percepatan Tanam Di Kecamatan Bunga Mayang
Kamis, 16/05/2024 dilaksanakan percepatan tanam padi varietas MAPAN P-05 di Desa Kota Napal, Kecamatan Bunga Mayang Lampung Utara. Kegiatan ini didampingi oleh Koordinator penyuluh pertanian bersama penyuluh pertanian Kecamatan Bunga Mayang bersama Kelompok Tani Mayang Sari. Kegiatan ini sekaligus diseminasi materi penyuluhan tanaman padi budidaya padi melalui pengolahan tanah sempurna, aplikasi pupuk organik dioptimalkan, pemilihan VUB padi yang tepat, pengamatan OPT serta RDKK pupuk dapat diselesaikan. Petani juga diberi informasi tambahan yang berkaitan dengan prediksi jumlah hujan pada satu musim mendatang. Terkait dengan penanggulangan OPT petani dihimbau untuk tanam serempak, penggunaan VUB dengan daun bendera tinggi dan tahan hama. MAPAN P-05 merupakan salah satu alternatif benih padi hibrida unggul dan bermutu yang dapat ditanam oleh petani. Varietas ini mempunyai potensi hasil hingga 13 ton/ha dengan umur tanam 100-105 hst (hari setelah tanam). MAPAN P-05 cocok ditanam di sawah dataran rendah sampai menengah (ketinggian 50-300 mdpl) dengan pengairan terjamin. Harga benih MAPAN P-05 cukup tinggi dan fluktuatif jika dibandingkan dengan benih padi yang biasa dipakai oleh petani sekitar. Namun, penggunaan benih jauh lebih sedikit dibandingkan penggunaan benih lainnya. Untuk lahan seluas 4.500 m2 miliknya hanya dibutuhkan 3 Kg benih, padahal penggunaan benih lain biasanya membutuhkan sekitar 10 Kg. Hal ini dikarenakan pada saat tanam, hanya menggunakan satu batang bibit padi per titik. Kelompok Mayang Sari menggunakan sistem tanam tegel dengan ukuran 25 cm x 25 cm. Varietas hibrida memiliki beberapa kelemahan yang perlu diketahui oleh petani, seperti kualitas hasilnya akan berkurang jauh apabila berasal dari tanaman turunannya. Artinya, padi harus berasal dari bibit baru, karena apabila hasil panen kemudian ditanam ulang, hasil ini akan berbeda dengan bibit aslinya. Selain itu, harga benih varietas hibrida termasuk yang mahal dan membutuhkan sarana serta infrastruktur yang lebih memadai dalam budidayanya. Oleh karena itu, petani masih memerlukan sarana produksi seperti VUB yang dikembangkan oleh balitbang dan digunakan pemerintah dalam mendukung percepatan tanam. (Lia Agustin_Penyuluh Pertanian- BPP Bunga Mayang) Instagram : @bppbungamayang,