Loading...

KEGIATAN PENGELOLAAN PRODUKSI BOKASI

KEGIATAN PENGELOLAAN PRODUKSI BOKASI
1. PENDAHULUAN Revolusi hijau merupakan hasil kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dibidang pertanian yang ditandai penemuan teknologi dibidang pertanian. Dengan penemuan teknologi tersebut produksi pertanian dapat dilipat gandakan. Para ilmuwan berupaya menemukan teknologi produksi dibidang pertanian melalui riset untuk menemukan teknologo yang dapat melipatgandakan produksi dalam waktu yang relatif singkat, mengingat pertumbuhan populasi penduduk yang yang relatif cepat harus dibarengi dengan pertumbuhan produksi pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. MELALUI RISET PARA ILMUAN MENEMUKAN : a. Beenih /bibit yang respon terhadap pemupukan sehingga memiliki potensi produksi yang tinggi. b. Menemukan pupuk kimia ( an organic) yang dapat meningkatkan produksi yang berlipatganda. c. Menemukan obat-obatan kimia yang dapat mengendalikan organisme pengganggu tanaman ( OPT) denga cepat dengan jangkauan yang luas. d. Menemukan mesin dan peralatan pertanian Dengan penemuan teknologi tersebut, perhatian pemerintah tertuju pada satu tujuan yaitu tercapainya peningkatan produksi pertanian secepat mungkin untuk mencapai swasembada pangan. Penggunaan pupuk kimia secara terus menerus ternyata telah berdampak negative terhadap kemunduran sifat fisik dan aktifitas mikroorganis dalam tanah, kemunduran kwalitas lingkungan pertumbuhan tanaman, sehingga peningkatan produksi mencapai titk jenuh ( leveling off) . Hal ini telah disadari oleh para ilmuan dan pemerintah bahwa untuk meningkatkan produksi secara berkelanjutan, sudah saatnya untuk memasyarakatkan teknologi pemupukan dengan pupuk organik, sebab telah terbukti bahwa dengan penggunaan pupuk organic dapat memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah melalui peningkata aktivitas mikroorganisme dalam tanah. Beda pendapat diantara para ahli tanah tentang kehandalan pupuk organik dalam peningkatan produktifitas. Ada yang meragukan efektivitas pupuk organic dalam meningkatkan produktifitas karena tidak dapat memenuhi unsur hara untuk kebutuhan tanaman. Sedangkan penggunaan pupuk kimia dapat meningkakan produksi secara spektakuler dalam waktu yang relatif singkat. Solusiya adalah pertanian organic adalah penggunaan pupuk kimia secara minimal dan mengoptimalkan penggunaan pupuk organic. Peluang produksi pupuk organic terbuka lebar, karena tersedia limbah tanaman dan ternak dalam jumlah yang cukup yang selama ini tidak dimanfaatkan. Upaya memasyarakatkan penggunaan pupuk organic perlu digalakkan melalui upaya produksi pupuk organic tingkat petani (skala petani) sampai skala industri untuk mengolah limbah tanaman dan ternak perusahaan perkebunan. Untuk memproduksi pupuk organic dari limbah tanaman dan limbah ternak dengan metode komposting secara konvensional membutuhkan waktu yang relative lama, namun dengan menggunakan bakteri decomposer (misalnya EM - 4, Promi, dll) dapat mempercepat proses pelapukan bahan organic dalam skala kecil sekalipun. Penggunaan pupuk oraganik dari limbah pertanian telah terbukti dapat meningkatkan produksi pertanian dan memperbaiki lingkungan media tumbuh tanaman (ramah lingkngan). Untuk itu upaya peningkatan produksi pupuk organic dan pemanfaatannya perlu digalakkan. 2. Identifikasi Bokasi yang akan di Produksi. Berdasarkan potensi tanaman dan ternak di Kelurahan Battang Barat, maka ketersediaan bahan baku untuk pembuatan pupuk organic adalah dari limbah tanaman antara lain : Daun gamal, limbah tanaman perkebunan, sampah organik, kotoran ternak (kambing) yang banyak diusahakan petani. Namun dalam skala Kecamatan maupun skala Kota Palopo, limbah tanaman dan ternak semakin beraneka tanaman dan ternak. Khusus untuk Kelurahan Battang Barat (Wilayah Kerja kami sebagai Penyuluh Pertanian ) bahan baku yang dominan adalah kotoran ternak kambing, daun gamal dan limbah tanaman perkebunan lainnya, sehingga pupuk organik yang diproduksi berasal dari bahan tersebut dengan : a. Pertimbangan teknis : bahan - bahan tersebut secara tehnis memenuhi syarat dan mudah didapatkan dan tersediah dalam jumlah yang cukup. b. Pertimbangan Ekonomi : Bahan - bahan tersebut murah bahkan tidak dibeli karena diproduksi sendiri oleh petani melalui ternak kambing yang dipelihara. c. Pertimbangan Sosial : Dapat diterima oleh masyarakat untuk dilaksanakan sebab dari sisi bahan baku dan cara pembuatannya tidak bertentangan dengan norma - norma yang berlaku di masyarakat. 3. Masalah dan Peluang dalam Produksi Bokasi. a. Tehnis Upaya peningkatan produksi pupuk organik dari aspek teknis tidak ada masalah, sebab tersedia bahan baku dalam jumlah yang cukup, demikian juga tehnologinya tersedia dan mudah diterapkan. Untuk itu secara teknis sangat berpeluang untuk memproduksi pupuk organik. b. Ekonomi Secara ekonomi, pembuatan pupuk organic dan penggunaannya menguntungkan karena bahannya mudah didapatkan dengan biaya yang relatif murah. Produksi yang diproduksi dengan pupuk organik harga jualnya lebih bersaing, Jadi secara ekonomi mengutungkan untuk diproduksi. c. Sosial Yang menjadi masalah dalam pembuatan pupuk organik adalah masalah sosial (prilaku) masyarakat yang menghambat produksi pupuk organik adalah : 1. Petani belum sepenuhnya yakin bahwa dengan penggunaan pupuk organik akan lebih menguntungkan dari sisi produksi dan pendapatan. 2. Petani pada umumnya belum terampil memproduksi pupuk organik 3. Petani pada umumnya cenderung pada hal yang menurut mereka lebih praktis. petaani tidak mau repot, dan menilai pembuatan pupuk itu merpotkan. 4. Rancangan Produksi Bokasi. Berbicara tentang rancangan kegiatan pembuatan pupuk organik meliputi; a. Ketersediaan bahan baku dan peralatan yang dibutuhkan Bahan baku untuk pembuatan pupuk organik adalah limbah tanaman dan ternak, dengan demikian dapat dikatakan bahwa ketersediaan bahan baku dalam jumlah yang cukup, murah dan mudah memperolehnya. Peralatan yang digunakan pun tidak rumit. Untuk produksi pupuk oragnik skala petani (minimal 200 kg bahan baku) peralatannya sangat mudah karena rata - rata dimiliki petani seperti skop, ember. Peralatan akan menjadi masalah ketika akan diproduksi dalam sakala yang lebih besar karena memerlukan mesin pencacah, dan bangunan. b. Organisasi dalam memproduksi pupuk organik Untuk menjamin kelangsungan dalam memproduksi pupuk organik di tingkat petani, maka organisasi dalam memproduksi pupuk organik yang terdepan adalah kelompok tani. Pemerintah dapat menyiapkan fasilitas berupa bangunan dan alat pencacah. c. Teknologi Pembuatan pupuk organik Salah satu teknologi pembuatan pupuk organik yang sangat sederhana dan mudah dilaksanakan adalah pembuatan bokasi dengan teknologinya sebagai berikut : 1) bahan yang digunakan - Pupuk kandang 200 kg - Limbah Tanaman/rerumputan, 300 kg - Dedak 20 kg - Gula 0,2 kg - EM 4 500 cc - Air scukupnya 2) Alat yang digunakan - Skop 2 buah - Ember 2 buah - Gembor dantimba - parang d. Langkah Kerja 1. Larutkan EM4 dan gla ke dalam air 2. Limbah tanaman / rerumputan dicacah sepanjang 2-5 cm 3. Pupuk kandang, limbah tanaman/ rerumputan yang telah dicacah dan dedak diaduk hingga tercampur merata 4. Siram larutan EM4 dan gula pada bahan yang telah dicampur dan aduk hingga merata dalam bentuk adonan. Tambahkan air sambil diaduk hinggga kadar air adonan kurang lebih 30% yang ditandai dengan cara jika adonan dikepal dan diperas telah terasa basah namun tidak sampai menetes. 5. Adonan dihamparkan di atas tanah yang terlebih dahulu dialas dengan karung atau terpal dengan ketinggian kurang lebih 20 cm, kemudian ditutup dengan terpal. 6. Agar proses permentasi berlangsung dengan baik, maka dilakukan pengadukan pada pagi dan sore dengan mempertahankan suhu adonan antara 40 derajat celsius - 50 derajat celsius kemudian ditutup kembali. Jika suhu terlalu tinggi maka ketebalan adonan dikurangi. 7. Bokasi selesai terfermentasi selama 4 - 5 hari yang ditandai tumbuhnya bintik bintikputih di atas permukaan adonan. 8. Buka karung penutupnya dan setelah bokasi telah benar benar dingin bokasi siap digunakan. B. Memproduksi Bokasi Dalam melaksanakan kegiatan produksi pupuk organik berdasarkan potensi bahan baku yang tersedia maka pupuk organik yang dproduksi adalah PEMBUATAN BOKASI PUPUK KANDANG 1. Bahan-bahan yang digunakan - Kotoran ternak ( Kambing) - Rerumputan - Dedak - Gula Pasir - Air - EM4 2. Alat yang digunakan - Ember - Parang - Skop - Timba - Gembor 3. Cara Pembuatan ( Langkah Kerja) 1. Larutkan gula pasir ke dalam air miniman 1 jam sebelum pembuatan bokasi 2. Masukkan EM4 ke dalam larutan gula 3. Lalu daduk 4. Bahan organik ( aneka rumput, daun gamal) dipotong sampai 2 - 5 cm 5. Kotoran kambing, rumput yang telah dipotong potong, dedak dicampur jadi satu dan diaduk sampai rata. 6. Air yang telah dimasukkan gula dan EM4 (1) dengan menggunakan gembor disiramkan pada bahan yang telah diaduk(5). Tambahkan air sambil diaduk sampai kadar air 30 % 7. Hamparkan setinggi kurang lebih 20 cm lalu tutup dengan terpal.beri pemberat agar tutup tidak terbuka saat ada angin 8. Demikan seturusnya dilakukanpengadukan setip hari sampai hari ke lima, tutup dibuka dianginkandan siap digunakan. Suhu tertinggi biasanya pada hari ke 2 - ke 3. harike 4 suhu mulai turun. C. Mengevaluasi Kegiatan Produksi Bokasi d. Dengan asumsi seluruh input dibeli / dibanyar, biaya rata - rata produksi pupuk organik Rp. 419,8 / kg e. meningkatkan sifat fisik dan kimia tanah serta biaya satuan yang mura sehinggasangat menguntungkan dari aspek peningkatan pendapatan dan kelestarian lingkungan. Untuk lebih jelas perhitungan ekonomi sebagai berikut : No. URAIAN BAHAN YANG DIGUNAKAN VOLUME HARGA SATUAN NILAI (Rp) 1. Kotoran ternak 200 kg 250 50.000,- 2. Limbah tanaman 300 kg 100 30.000,- 3. Dedak 20 kg 1.000 20.000,- 4. EM - 4 0,5 ltr 25.000 /ltr 12.500,- 5. Gula Pasir 0,2 kg 12.000 2.400,- 6. Penyusutan Alat - - 20.000,- 7. Tenaga Kerja - - 75.000,- Jumlah - - 209.900,- Rata - Rata biaya/kg - - 419,8 3. Aspek Sosial Dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat petani karena tidak bertentangan dengan norma agama maupun norma sosial yang berlaku di tengah masyarakat.( Ir. Paulus Duku Siampa, MS) admin (riidhoan )