Loading...

KEGIATAN PRA DI DESA PUOR B

KEGIATAN PRA DI DESA PUOR B
Perkembangan sistem kehidupan masyarakat modern yang begitu pesat dewasa ini telah melahirkan program - program pembangunan nasional yang memadukan masyarakat sebagai pelaksana sekaligus obyek pembangunannya. Namun kenyataan di lapangan bahwa masyarakat belum sepenuhnya dilibatkan dan didudukan dalam posisi yang menentukan kebutuhan dalam program pembangunan di wilayahnya. Pendekatan top down yang dilakukan pada masa lalu yang diterapkan pemerintah telah menganggap masyarakat sebagai pihak yang tidak mengerti apa - apa tentang kebutuhan pembangunan di wilayahnya. Participatory Rural Appraisal ( PRA ) merupakan suatu pendekatan program dan menjadi salah satu metode dalam proses pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan bottom up. Pada saat ini metode PRA sedang populer di lingkungan pengembangan program - program diberbagai negara di dunia termasuk di Indonesia. Dengan dasar pemikiran bahwa keberhasilan suatu pendekatan pengembangan masyarakat perlu benar-benar melibatkan masyarakat itu sendiri. Di Kabupaten Lembata kegiatan PRA dalam penyusunan program / kegiatan penyuluhan pertanian telah dilakukan sejak tahun 2006, kegiatan tersebut melibatkan unsur Pelaku Utama dan Pelaku Usaha dibidang Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan sehingga program / kegiatan yang dihasilkan benar - benar menyentuh kebutuhan ditingkat lapangan. Kegiatan PRA yang dilakukan di Kecamatan Wulandoni salah satunya di Desa Puor B, kegiatan PRA dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2011 bertujuan untuk mengetahui potensi - potensi di Desa Puor B, merencanakan program / kegiatan yang tepat agar dapat menjawabi kebutuhan Pelaku Utama di desa tersebut. Kegiatan PRA ini sangat diterima oleh masyarakat desa dan dapat membantu memberikan data maupun informasi dan motivasi bagi masyarakat untuk mendorong perkembangan usaha pertanian mereka, namun untuk tindak lanjut pelaksanaannya harus terus diikuti oleh penyuluh dan pemerintah desa maupun petugas kabupaten agar dapat memberikan manfaat yang berkesinambungan. Hasil nyata yang dirasakan oleh pemerintah desa adalah memperoleh data luas desa dan peta desa yang bagus dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu dapat membangkitkan kesadaran petani akan potensi sumber daya alam mereka yang berlimpah untuk dikembangkan. Antusias dan andil dari masyarakat dapat terlihat dengan kehadiran Pelaku Utama dan tokoh masyarakat Desa Puor B yang turut proaktif dalam kegiatan PRA, peranan Pelaku Utama dan Tokoh Masyarakat sangat membantu terlaksananya kegiatan tersebut sehingga akurasi dan kevalidan data - data yang diperoleh benar - benar dapat dipertanggungjawabkan. Harapan Pelaku Utama dan tokoh masyarakat agar kegiatan PRA dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya, karena sangat memberikan pengalaman, pengetahuan, serta sebagai wadah Pelaku Utama dan Tokoh Masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dibidang pertanian. " Teruslah Berkarya dan Mengabdi Demi Pembangunan Lewotanah Tercinta ". ( Maxie Ninef / BKP3 Kab. Lembata )