Loading...

KEGIATAN SL-PTT DI BP4K KAB BOGOR

KEGIATAN SL-PTT DI BP4K KAB BOGOR
Kegiatan SL -PTT (Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu) di Kabupaten Bogor pada tahun 2010 sebanyak 320 Unit SL-PTT yang tersebar di 12 BP3K yaitu : 1. BP3K Wilayah Parungpanjang; 2. BP3K Wilayah Cibungbulang; 3. BP3K Wilayah Cibinong; 4. BP3K Wilayah Dramaga; 5. BP3K Wilayah Ciawi; 6. BP3K Wilayah Cigudeg; 7. BP3K Wilayah Leuwiliang; 8. BP3K Wilayah Ciseeng; 9. BP3K Wilayah Jonggol; 10. BP3K Wilayah Cariu; 11. BP3K Wilayah Gunung Putri dan 12. BP3K Wilayah Caringin. Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Ir. Hj. Siti Farikah MM (terlihat dalam gambar) sedang melaksanakan Penen secara simbolis di salah satu lokasi SLPTT.Pelaksanaan SL-PTT di Kabupaten Bogor menggunakan sarana kelompok tani yang sudah terbentuk dan masih aktifberdasarkan domisili atau hamparan, yang lokasi lahan usaha taninya masih dalam satu hamparan. Hal ini untuk mempermudah interaksi antar anggota karena mereka saling mengenal satu sama lainnya dan tinggal di lingkungan - berdekatan sehingga bila teknologi SL -PTT sudah diadopsi secara individu akan mudah ditiru petani lainnya.Pendampingan Kegiatan SL - PTT oleh Pemandu Lapang ( Penyuluh Pertanian BP4K Kab Bogor) berperang sebagai : a. Pemandu yang pahan terhadap permasalahan, kebutuhan dan kekuatan yang ada di lapangan dan desa; b. Dinamisator proses latihan SL -PTT sehingga menimbulkan ketertarikan dan lebih menghidupkan latihan; c. Motivator yang kaya akan pengalaman dalam berolah tanam dan dapat membantu membangkitkan kepercayaan diri para peserta SL -PTT; d. Konsultan bagi Petani peserta SL-PTT untuk mempermudah menentukan langkah -langkah selanjutnya dalam melaksanakan kegiatan usaha taninya setelah kegiatan SL-PTT selesai ; e. Petugas yang melaporkan pelaksanaan kegiatan SL -PTT dari laporan awal sampai laporan akhir.Langkah - langkah Pelaksanaan Kegiatan SL-PTT yang telah dilaksakan di Kabupaten Bogor diantaranya : a. Langkah pertama penerapan PTT adalah Penyuluh Pertanian bersama petani melakukan pengamatan dan menganalisa potensi lahan yang dimilikinya, infrastruktur pendukungnya dan permasalahan yang ada, menentukan pemilihan komponen teknologi PTT yang spsipik loksi. Pada tahap ini dapat diketahui keinginan dan harapat petani,karakteristik lingkungan biofisik, kondisi sosial ekonomi, budaya petani setempat dan masyarakat sekitar.; b. Langkah ke dua adalah menyusun komponen teknologi yang disesuaikan dengan karateristik da masalah di daerah pengembangan. Komponen teknologi tersebut bersifat dinamis yaitu mengalami perbaikan dan perubahan sesuai dengan perkembangan inovasi dan masukan dari petani dan masyarakat setempat. Keuntungan Penerapan Teknologi PTT adalah : a. Meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil usahatani ; b. Efisiensi biaya usahatani dengan penggunaan teknologi yang tepat untuk masing - masing lokasi; c. Ksehatan lingkungan tumbuh pertanaman dan lingkungan kehidupan secara kesluruhan terjaga.Yang paling penting dengan adanya SL-PTT ini dengan Produksi padi bisa meningkat dengan sendirinya pendapatan dan kesejahtraan petani juga meningkat. Oleh : Saeful Hodijah, S.ST (Penyuluh Pertanian) BP4K Kab. BogorSumber : Pedum SL-PTT web deptan Juknis SL - PTT BP4K tahun 2010