Loading...

KEHILANGAN HASIL (LOSSES) PANEN KELAPA SAWIT

KEHILANGAN HASIL (LOSSES) PANEN KELAPA SAWIT
Kelapa sawit salah satu komoditas perkebunan yang cukup penting di Indonesia dan memiliki prospek pengembangan yang semakin meningkat mulai hulu sampai hilir. Untuk itu produksi hasil perkebunan kelapa sawit menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian. Guna mendapatkan produksi yang tinggi maka harus didukung oleh teknik budidaya yang baik melalui perbaikan manajemen produksi, seperti pengelolaan panen yang merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan produksi sawit. Panen adalah sistem produksi di perkebunan kelapa sawit yang menghubungkan kebun dengan pabrik kelapa sawit seperti melepaskan buah dari pohon serta mengangkut hasil ke pabrik. Dalam proses pemanenan kelapa sawit, kehilangan hasil (losses) harus diupayakan seminimal mungkin agar produksi optimal. Hal ini dikarenakan apabila tahap panen tidak dikelola dengan baik, maka akan menyebabkan banyaknya kehilangan hasil sebesar 7,05%. Kehilangan hasil (losses) hasil kelapa sawit yang sering terjadi di lapangan antara lain: 1. Losses Buah Losses buah akan mempengaruhi produksi hasil panen. Pemanenan buah harus dilakukan pada buah yang matang. Hal ini dilakukan karena jika pemanenan dilakukan pada buah yang masih mentah maka tidak akan menghasilkan minyak. Selain itu pemanenan buah mentah akan menyebabkan tanaman menjadi stress karena pemanenan yang terlalu dini serta pada saat pemprosesan akan menyebabkan alat proses pabrik kelapa sawit (thresser) bekerja lebih berat sehingga menambah potensi kerusakan peralatan. Sedangkan apabila buah matang tidak segera dilakukan pemanenan akan menyebabkan buah matang yang tertinggal akan menjadi overripe, parahnya bila buah tersebut telah menjadi buah busuk, maka bisa mengakibatkan terjadinya peningkatan ALB (Asam Lemak Bebas) saat TBS nanti diolah di pabrik. Asam lemak bebas tinggi akan menyebabkan menurunnya harga CPO yang dihasilkan. 2. Losses Brondolan Brondolan kelapa sawit sejatinya adalah bagian buah kelapa sawit yang lepas dari tandan buah ketika buah sudah terlalu matang ataupun buah yang jatuh saat proses pemanenan TBS. Brondolan merupakan bagian buah kelapa sawit yang paling banyak menghasilkan minyak. Sehingga pengutipan brondolan adalah salah satu aspek teknis penting dalam perkebunan kelapa sawit. Jika pengutipan brondolan tidak dilakukan maka akan rugi, karena ekstrak brondolan memiliki kualitas rendemen minyak sebesar 40 – 45%. Disamping itu dalam jangka panjang brondolan yang tertinggal di areal akan menjadi gulma bagi tanaman itu sendiri yang dinamakan kentosan. Kentosan ini merupakan salah satu jenis gulma yang sukar dikendalikan. Kehilangan hasil (losses) brondolan sering terjadi pada piringan, pasar pikul, ketiak pelepah, THP (tempat pengumpulan hasil), gawangan mati/rumpukan dan bak truck. Faktor yang mempengaruhi terjadinya losses brondolan antara lain : kondisi lahan, lahan dengan areal yang terjal atau berbukit akan mempersulit pengangkutan dan pemanenan; kondisi piringan, piringan yang tidak terawat dan banyak ditumbuhi gulma juga akan menyebabkan sulitnya untuk melakukan pengutipan brondolan; kondisi tanaman under pruning sehingga jumlah pelepahnya berlebihan yang menyebabkan kesulitan untuk memanen buah matang; alat pemanenan yang tidak sesuai serta pengawasan pemanenan yang tidak optimal yang mengakibatkan pemanen tidak disiplin dengan memanen buah mentah, tidak mengutip bersih brondolan di piringan, tidak memanen buah matang serta pencurian buah saat panen. Strategi untuk mengurangi kehilangan hasil (losses) dapat dilakukan melalui perbaikan kondisi lahan sehingga akan mempermudah pemanenan dan pengangkutan, pengutipan brondolan yang jatuh serta pengendalian gulma di piringan dan pasar pikul. Perbaikan kondisi lahan dapat dilakukan dengan penyemprotan dan rawat manual secara rutin, pembuatan parit dan blok untuk mengalirkan air untuk lahan rendah dan perawatan teras untuk lahan miring serta pembuatan tangga panen pada pasar pikul di lahan berbukit. Strategi lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi kehilangan hasil (losses) dengan melakukan penunasan dengan memperhatikan songgo pelepah yang dipertahankan sebelum melakukan pemanenan; penggunaan alat panen yang sesuai; koordinasi yang jelas dan sistem rotasi yang tepat; diberlakukan inspeksi panen; pemberian punishment kepada pekerja dalam melakukan kesalahan dan menerapkan premi atau reward kepada pekerja yang berprestasi. Mugi Lestari (PP BPPSDMP Kementan) Sumber : Aang Kuviani, 2012. Teknik Penanganan Kehilangan (Losses) Brondolan Kelapa Sawit Pada Areal Berbukit Di Perkebunan Kelapa Sawit PT. Tintin Boyok Sawit Makmur Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Citra Widya Edukasi, Vol 1 (2), 1 Mei 2012. Jufri dan Chairudin, 2023. Penanganan Kehilangan Brondolan Kelapa Sawit Pada Areal Berbukit Di Perkebunan Kelapa Sawit PT. Agro Sinergi Nusantara Kebun Tanoh Makmue Kabupaten Aceh Barat. Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian. Vol 19 (1) April 2023. Andy. H. Nst, 2021. 4 Dampak Negatif akibat Losses Panen di Perkebunan Kelapa Sawit. Techsains, Informasi Teknologi dan Astronautika. https://www.techsains.com/dampak-negatif-losses-panen-kelapa-sawit/20210517123