Loading...

KEKEBALAN OPT TERHADAP PESTISIDA

KEKEBALAN OPT TERHADAP PESTISIDA
Resistensi ( kekebalan ) adalah berkurangnya respons populasi organisme terhadap pestisida atau bahan pengendali lainnya, sebagai akibat dari aplikasinya Proses Terjadinya Resistensi Evolusi populasi OPT yang semula peka menjadi resisten terhadap pestisida adalah proses seleksi alam, dimana individu yang peka terhadap pestisida akan semakin sedikit, sedangkan individu yang tahan akan terus hidup dan, bila seleksi berjalan terus, makin lama mendominasi populasi tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi berkembangnya resistensi : 1. Faktor genetik: adanya individu pembawa gen R; jumlah alel R; dominansi gen; seleksi oleh pestisida sebelumnya Seleksi oleh pestisida sebelumnya: mempengaruhi terjadinya multiple resistance (resistensi ganda) dan cross resistance ( resistensi silang ) Dominansi gen R: Gen R dominan lebih mempercepat terjadinya kekebalan daripada gen R resesif. Individu pembawa gen R: makin banyak individu pembawa gen R ( individu yang resisten ), proses terjadinya kekebalan semakin cepat. 2. Biologi / Ekologi OPT: kecepatan reproduksi, jumlah keturunan per generasi; monofagi / polifagi; isolasi dan migrasi. Kecepatan reproduksi: Makin cepat OPT berkembang biak, makin cepat pula menjadi resisten Jumlah keturunan per generasi: semakin banyak jumlah keturunan per generasi lebih cepat terjadi resistensi Monofagi/polifagi: OPT yang monofag lebih cepat menjadi resisten dibanding OPT yang polifag Isolasi: isolasi mempercepat terjadinya resistensi Migrasi: migrasi dapat berpengaruh positif atau negatif terhadap resistensi. 3. Operasional: jenis pestisida; penggunaan pestisida sebelumnya; takaran aplikasi, frekuensi aplikasi; aplikasi alternasi Jenis pestisida: Multisite inhibitor kurang menimbulkan kekebalan dibandingkan monosite inhibitor Takaran: takaran terlalu tinggi meningkatkan tekanan seleksi, takaran terlalu rendah merangsang toleransi OPT Jumlah aplikasi: Makin sering pestisida diaplikasikan semakin cepat menimbulkan kekebalan Resistensi silang & resistensi ganda Resistensi ganda (multiple resistance): kekebalan terhadap lebih dari satu pestisida yang sebelumnya pernah digunakan Resistensi silang (cross resistance): kekebalan terhadap pestisida tertentu, meskipun pestisida tersebut belum pernah digunakan sebelumnya Resistensi silang yang telah diketahui: DDT – Piretroid dan Organofosfat -Karbamat Mekanisme kekebalan serangga Peningkatan kemampuan serangga mendetoksifikasi insektisida Penurunan kepekaan tempat sasaran insektisida Penurunan laju penetrasi insektisida ke dalam tubuh serangga ( Kasumbogo Untung, 1993 ). Mekanisme kekebalan cendawan Berkurangnya permeabilitas membran sel Peningkatan kemampuan fungi untuk mendetoksifikasi fungisida Menurunnya kepekaan “lokasi” dimana fungisida tersebut aktif Cendawan mengubah proses metabolisme sebagai reaksi terhadap fungisida Kompensasi: Pada fungisida yang menghambat enzim tertentu, dikompensasi oleh cendawan dengan memproduksi lebih banyak lagi enzim tsb. Pengelolaan hama untuk mencegah atau menunda terjadinya kekebalan / resistensi Pengendalian Hama Terpadu: berbagai cara pengendalian hama; gunakan ambang pengendalian Gunakan pestisida secara benar dan bijaksana: LIMA TEPAT Gunakan pestisida lain: Ganti dengan pestisida lain yang berbeda ( baik kelas kimia maupun cara kerja ). Alternasi: Selanjutnya gunakan pestisida yang berbeda ( baik kelas kimia maupun cara kerjanya ) secara bergantian Campuran: Campuran yang tepat dengan takaran yang tepat dapat memecahkan resistensi, tapi bila tidak tepat justeru akan merangsang timbulnya multiple resistance