Kelompok Asuhan Mandiri (Asman) Pemanfaatan Taman Obat Tradisional Keluarga (TOGA) dan Akupresur SEKETI ASRI menjadi perwakilan Kabupaten Jombang untuk lomba pemanfaatan toga tingkat Provinsi Jawa Timur kategori desa. Bupati Jombang, Hj. Munjidah Wahab dalam rangka pembinaan persiapan lomba Asman Seketi Asri menyatakan bahwa Toga merupakan warisan dari leluhur kita. Dengan pemanfaatan Asman Toga ini, diharapkan ada pertolongan pertama ketika anggota keluarga kita mengalami sakit, beliau juga menyatakan bahwa pembinaan desa Seketi untuk pengembangan TOGA merupakan tanggungjawab bersama instansi terkait di Kabupaten Jombang. Salah satu produk unggulan Asman Toga Desa Seketi adalah Jahe Merah. Jahe merah mempunyai kandungan minyak atsiri yang cukup tinggi dan rasanya sangat pedas dibandingkan dari jenis jahe yang lainnya. Oleh sebab itu, jahe merah cocok sekali untuk bahan dasar jamu dan farmasi. Seperti diinformasikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kab. Jombang, sebenarnya dalam lomba ini yang berpartisipasi adalah semua desa yang ada di wilayah Kabupaten Jombang. Semua Kelompok Asman Toga mendaftar melalui puskesmas masing-masing kemudian melalui tahapan seleksi profil Kelompok Asman Toga, dari 21 perwakilan puskesmas yang maju dipilih 6 besar untuk dikunjungi oleh tim juri dari Dinas Kesehatan Kab.Jombang. Setelah dilakukan penilaian lapang oleh tim kabupaten, dari 6 Kelompok Asman Toga yang dikunjungi dipilih satu kelompok sebagai juara tingkat kabupaten untuk selanjutnya maju ke lomba tingkat provinsi dan untuk lomba ditingkat Kabupaten Jombang, Kelompok Asman Toga ‘Seketi Asri’ Desa Seketi Kecamatan Mojoagung sebagai Juara I. Pembinaan asuhan mandiri pemanfaatan TOGA dan keterampilan dilakukan bersama antara lintas program Dinas Kesehatan dan lintas sektor dinas Terkait. Bentuk tahapan pembinaan teknis dilakukan secara berjenjang dari tingkat kabupaten sampai ke tingkat desa/kelurahan bersama dengan mitra sesuai peran, tugas dan fungsi masing-masing. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 9 tahun 2016 tentang Upaya Pengembangan Kesehatan Tradisional melalui Asuhan Mandiri Pemanfaatan Taman Obat Keluarga dan Ketrampilan, pembinaan asuhan mandiri pemanfaatan TOGA dan keterampilan dapat dilakukan melalui penilaian pemanfaatan TOGA dan Akupresur. Selasa (20/8) kemarin, Tim Penilai tingkat provinsi Jawa Timur melakukan kunjungan ke kelompok Asman “Seketi Asri” Desa Seketi Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang dalam rangka verifikasi lapangan terhadap berkas yang dikirim ke tingkat provinsi. Desa Seketi merupakan salah satu dari 5 daerah yang lolos nominasi penilaian tingkat Provinsi untuk kategori Asman daerah pedesaan . Dalam proses verifikasi ini, Tim melakukan wawancara dan verifikasi ulang kepada Camat Mojoagung dan Kepala Dinas Kesehatan kabupaten jombang, ketua Tim Penggerak PKK kabupaten jombang dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ketua Tim Penggerak PKK desa Seketi, Kepala Desa Seketi, Kader dan Keluarga Binaan. Verifikasi ini juga dihadiri oleh perwakilan Puskesmas, Tim Penggerak PKK tingkat kabupaten Jombang maupun Ketua Tim PKK desa, perwakilan lintas sektor dan program meliputi dinas pertanian, dinas infokom, dinas perindustrian, bidang promosi kesehatan, UPTD kecamatan, dan LSM Pada kunjungan lapangan ke desa Seketi, Tim penilai disuguhkan dengan berbagai produk inovasi dalam pemanfaatan TOGA meliputi minuman ekstrak dari empon-empon, jenang rasa jahe merah, kembang goyang, minuman jahe merah. Selain itu juga disajikan inovasi cara pembelajaran pemanfaatan TOGA dan akupressure untuk memudahkan menghafal dalam membuat ramuan dan menghafal titik-titik akupresure dibuat singkatan-singkatan unik dan lagu sederhana Sementara itu -staf Pelayanan Kesehatan Tradisional Dinkes Kab. Jombang menambahkan, tim penilai dari provinsi yang datang ke Desa Seketi berasal dari unsur Biro Kesos, TP PKK, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, SP3T, Kabid Yankes Dinkes Prov Jatim dan Kasi PKT Bidang Yankes Dinkes Prov Jatim. Sedangkan penilaian lomba ini meliputi: kelengkapan jenis tanaman obat; skill dan pengetahuan para kader dalam meramu ramuan TOGA; dukungan masyarakat setempat; dukungan pemerintah setempat baik desa; puskesmas, maupun kecamatan; dukungan pemerintah daerah baik Dinkes maupun Bupati dan lintas sektor lainnya; kelengkapan dokumen administrasi dan bukti-bukti kegiatan; kegiatan kelompok dan inovasi-inovasi terutama inovasi produk olahan TOGA kelompok.