Kelompok Tani Desa Liang Banir budidaya jamur tiram
Kelompok Tani Desa Tanjung Datuk budidaya Jamur Tiram dari kegiatan Ketahanan Pangan untuk peningkatak Kpasitas ketahan pangan sehingga bisa mendongkrak peningkatan ekonomi masyarakat. Budidaya jamur tiram merupakan salah satu usaha agribisnis yang cukup menjanjikan. Jamur tiram merupakan makanan sehat yang mengandung banyak vitamin dan mineral, serta tidak mengandung pestisida. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya jamur tiram: Bibit jamur Pilih bibit jamur yang berkualitas, sehat, dan bebas dari kontaminasi. Bibit jamur bisa dibeli di petani atau toko pertanian. Media tanam Media tanam yang umum digunakan adalah serbuk gergaji kayu, sekam padi, dan kapur. Serbuk gergaji sebaiknya berasal dari kayu keras seperti jati, mahoni, atau sengon. Media tanam harus steril dan diolah dengan benar. Baglog Baglog adalah kantong plastik yang berisi media tanam dan bibit jamur. Baglog dibungkus plastik berbentuk silinder dan salah satu ujungnya diberi lubang. Kumbung Kumbung atau rumah jamur merupakan tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur. Kumbung sebaiknya memiliki atap genteng dan lantai tanah. Suhu dan kelembaban Suhu yang ideal untuk pertumbuhan jamur tiram adalah antara 24-28 derajat Celsius, dengan kelembaban sekitar 70 hingga 90%. Pencahayaan Jamur tiram membutuhkan pencahayaan yang cukup, tetapi tidak langsung terkena sinar matahari. Penyiraman Jamur tiram perlu disiram minimal dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Penyiraman dilakukan dengan selang yang ujungnya diberi nozzle. Panen Jamur tiram dapat dipanen setelah muncul tudung (topi jamur). Jamur dapat dipanen sebanyak 5-8 kali jika dirawat dengan baik.