Loading...

KELOMPOK TANI PALAPA REU COBA KEMBANGKAN BIO URIN PADA TANAMAN BAWANG MERAH

KELOMPOK TANI PALAPA REU COBA KEMBANGKAN BIO URIN PADA  TANAMAN BAWANG MERAH
Jumat, tanggal 21 Maret 2012 di lokasi Tondok Cakke Kelurahan Lakawan telah dilaksanakan demonstrasi pembuatan bio urin sapi. Menurut demonstrator yang juga petani bawang merah (Ilham), alasan mengadakan kegiatan ini adalah adanya kecemasan petani bawang merah dengan harga bawang merah yang anjlok beberapa bulan terakhir sehingga mayoritas petani bawang merah merugi. Biaya produksi bawang merah yang tinggi tidak berimbang dengan pendapatan yang diperoleh disebabkan pembelian pertisida kimia (insektisida, fungisida atau herbisida) sangat tinggi. Oleh sebab itu muncul inisiatif yang diprakarsai oleh PPL untuk beralih ke penggunaan pestisida alami yang ramah lingkungan, ekonomis dan praktis karena bahan yang mudah didapatkan. Bahan -bahan alami yang diperlukan antara lain : ¢ urine sapi 7 liter, ¢ lengkuas 100 gr, ¢ jahe 100 gr, ¢ sereh 100 gr, ¢ kunyit 100 gr, ¢ molases/gula merah 150 gr, ¢ EM-4 100 ml, ¢ air cucian beras 2 liter, ¢ terasi 100 gr. Cara pembuatan Bio Urine Sapi yaitu :: ¢ semua bumbu dihaluskan dengan cara ditumbuk halus atau diblender. ¢ Semua bahan dicampur jadi satu dalam wadah seperti ember atau drum jika dalam jumlah banyak. ¢ EM-4 sebagai penyumbang bakteri Lactobacillus, molases/air gula untuk makanan bakteri dan air cucian beras disamping peredam bau menyengat urin juga sumber karbohidrat. ¢ Fermentasi dilakukan selama 7-8 hari dengan posisi wadah yang tidak terkontaminasi dengan udara luar (Aerob). ¢ Setiap hari selama 7 hari dilakukan pengadukan selama 3-5 menit untuk mengurangi amoniak yang terbentuk selama proses fermentasi. ¢ Setelah diaduk wadah ditutup seperti semula. ¢ Bio urin yang sudah jadi dapat disimpan dalam botol atau jergen yang tertutup rapat. Bio urine digunakan sebagai pupuk daun sekaligus pencegah penyakit jika diaplikasi di awal tanam (umur vegetatif). Dosis yang digunakan berdasarkan pengalaman petani sayuran di Kabuaten Sinjai, adalah 40 ml/liter air. Diharapkan dari kegiatan demonstrasi pembuatan Bio Urin adalah agar petani tahu tentang cara pembuatan bio urin selanjutnya petani mau menggunakan bio urine pada komoditi masing-masing khususnya sayuran (Bawang merah, tomat, cabe, dll).Dengan demikian ketergantungan petani pada pestisida kimia bisa dikurangi. Resistensi hamapun dapat ditekan sehingga siklus rantai makanan di alam perlahan normal kembali. Mulailah bersikap arif pada lingkungan (biota dan abiota) adalah ciri manusia yang taat hukum baik hukum manusia terlebih lagi hukum Tuhan. Secara sadar bahwa hidup manusia bergantung pada alam jadi jika alam rusak maka manusia pun akan menderita. Sebaliknya jika alam lestari hidup akan sejahtera.Tapi diperlukan aturan yang menjamin keselamatan alam semesta dan manusia untuk saat ini dan masa depan sekaligus setelah kehancuran alam semesta itu sendiri. Aturan itulah yang harus selalu diperjuangkan oleh manusia yang berakal dan bernalar bernama MANUSIA. (Irawaty, S.Pt; PPL Kel. Lakawan Kec. Anggeraja)