KELOMPOK TANI SAWAH BUNGO NAGARI KUMANIS DEMONTRASIKAN ALAT TANAM TRANSPLANTER BERBASIS JARWO SUPER
Padi merupakan tanaman pangan yang sebagian besar diproduksi dilahan sawah sampai saat ini lahan sawah yang ditanami padi sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat kabupaten sijunjung dalam upaya peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Disadari kebutuhan bahan pangan semakin meningkat perlu dilakukan terobosan-terobosan baru karena selama ini masih belum optimalnya produksi padi disebabkan oleh beberapa factor seperti: ?Pengunaan benih yang kurang bermutu?Variaetas yang dipilih kurang adaptif?Rendahnya efesiensi pemupukan?Belum efektifnya pengendalian hama dan penyakit?Sifat fisik tanah tidak optimal?Pengunaan panen an pasca panen kurang optimal Untuk itu optimalisasi produktivitas padi dapat dicapai dengan penerapan teknologi yang sesuai dengan karakteristik agro teknologi setempat salah satunya dengan metoda “teknologi system tanam jajar legowo (jarwo) super” . Sistem tanam jajar legowo super ini adalah:system tanam berbaris memamfaatkan pengaruh barisan peinggir tanaman padi dipisakan oleh suatu lorong yang lurus dan memanjang system tanaman jarwo yang banyak digunakan adalah 2:1,4:1 dan 6:1 kemudian ditambah dengan komponen spesifiknya antara lain:1. Sistem tanam Jajar Legowo 2 : 12. Benih bermutu dari Varietas Unggul Baru (VUB) berpotensi hasil tinggi3. Biodekomposer, diberikan bersamaan saat pengolahan tanah (bajak ke-2) 4. Pupuk hayati sebagai seed treatment dan pemupukan berimbang berdadarkan PUTS5. Pengendalian OPT menggunakan pestisida nabati dan pestisida anorganik berdasarkan ambang kendali6.Alat dan mesin pertanian, khususnya untuk tanam (jarwo transplanter) dan panen (combine harvester) Beberapa Keuntungannya Jarwo Super1. Meningkaaatkan produktifitas 25-30%2. Meningkatkan jumlah tanaman 33,31 % (jarwo 2:1) dan 20,44 % (jarwo 4:1)3. Memudahkan pemupukan penyiangan serta pengendalian hama dan penyakit4. Mengurangi serangan hama tikus5. Meningkatkan efesiensi pemupukan 6. Dapat ,memelihara ikan dan bebek Dari hasil pengamatan umur padi yang ditanami tanggal 21 November 2014 dengan varietas Batang Piaman dengan pengamatan pada umur 20 hari setelah tanam dengan Sistem tanam legowo 2:1 : 4:1 dan tegel . setiap karakter komponen hasil yang diamati, yaitu tinggi tanaman ( 51 : 50 : 50 ) jumlah anakan ( 24: 22: 21 )menunjukkan angka yang tinggi dibandingkan dengan sistem tanam legowo 4:1 dan tegel. Hal ini berarti tanaman padi dapat tumbuh optimal jika ditanam dengan menggunakan sistem tanam legowo 2:1 karena pada sistem tanam legowo 2:1 lebih banyak lorong yang kosong yang berarti lebih banyak tanaman pinggir. Diharapkan melalui sistim tanam jarwo super ini dapat mendokrak produktivitas terutama pada lahan lahan irigasi sebagai upaya terwujudnya program UPSUS PAJALE Di Kabupaten Sijunjung Ditulis oleh : Yusuf, S.PKP ( Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Kab. Sijunjung )Sumber informasi : BPTP Provinsi Sumatera Barat