Loading...

KEMENTAN DORONG PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PANGAN MELALUI PENGELOLAAN LAHAN RAWA

KEMENTAN DORONG PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PANGAN MELALUI PENGELOLAAN LAHAN RAWA
[ Jakarta ] Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong seluruh daerah bisa membantu meningkatkan produktivitas pangan, termasuk melalui optimasi lahan (opla) rawa. Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, Indonesia memiliki potensi lahan rawa , tetapi terdapat beberapa faktor pembatas dalam pengelolaannya. Faktor pembatas dalam peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas di lahan rawa antara lain tingkat kesuburan lahan yang rendah, kemasaman tanah yang tinggi rezim air yang fluktuatif sehingga genangan air biasanya tinggi pada saat banjir/pasang, serta dangkal dan mengalami kekeringan pada saat musim kemarau. "Selain itu infrastruktur lahan dan air yang masih sangat terbatas dan belum berfungsi dengan optimal. Biaya usaha tani di lahan rawa juga tinggi," ujar Mentan SYL.Lebih lanjut Mentan Mengatakan rendahnya produktivitas tanaman di daerah rawa dapat disebabkan oleh kurangnya suplai air ke sawah dan pupuk dolomit untuk menyuburkan lahan. Dengan teknologi, riset, pupuk yang bagus, dan mekanisasi pertanian, maka lahan rawa dapat dimaksimal dengan sistem yang lebih baik.Hal senada diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nuryamsi dalam agenda kegiatan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 33, bertemakan Pancakelola Rawa yang dilaksanakan melalui virtual pada hari jumat (17/09/2021). Dedi mengatakan di Indonesia memiliki lahan rawa sebanyak 34,1 juta Ha dengan karateristik banyak air dan tergenang. Dari 34,1 juta ha ada sekitar 20 juta Ha yang potensial untuk pertanian, dengan 10 juta ha yang dapat ditanami pertanian dengan cepat dan 2 juta ha yang sudah dimanfaatkan untuk pertanian”. jelas Dedi. Lebih lanjut Dedi mengatakan lahan rawa memiliki karakteristik khusus, diantaranya memiliki PH rendah. Narasumber MSPP Wahida Annisa Yusup yang merupakan peneliti madya balai penelitian lahan rawa mengatakan lahan rawa dibedakan menjadi dua jenis yaitu lahan pasang surut dan lahan lebak. Permasalahan lahan pasang surut diantaranya lapisan spirit, kemasaman tanah yang tinggi, kelarutan logam yang tinggi dalam tanah, ketersediaan hara yang rendah dalam tanah. Sedangkan untuk lahan lebak permasalahan pada fluktuasi air yang sangat dinamis dan dan sangat sulit diprediksi”. jelas Wahida. Lebih jauh Wahida menjelaskan keragaman kendala dilahan rawa dapat diatasi dengan penerapan teknologi terpadu dan dirangkai menjadi penerapan teknologi menjadi panca kelola Balitbangtan terkini yang dapat meningkatkan indeks pertanaman dan meningkatkan produktivitas tanaman. Penggelolaan rawa kedepan harus menggunakan teknologi nyang sesuai dengan karakteristik lahan”. tutup Wahida. hvy