Lembar_Lombok Barat Program kemitraan antara petani tembakau dengan perusahaan mitra serta dukungan dari Dinas Pertanian Lombok Barat melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) terus memberikan dampak positif bagi peningkatan produksi tembakau di wilayah Kecamatan Lembar. Menurut PPL WKPP Desa Mareje, Gatot Risanto, SP, total luas lahan tanaman tembakau di Desa Mareje mencapai 52 hektare yang bermitra dan 28 hektare non-kemitraan. Khusus diKelompok tani (Poktan) Batu Kuwur yang diketuai H.Ham, luas lahan mencapai 35 hektare dengan 22 hektare bermitra dan 5 hektare non-kemitraan. Poktan ini sebelumnya telah menerima bantuan berupa mesin perajang dan gudang penyimpanan hasil tembakau."Produksi rata-rata mencapai 1,2 ton per hektare, dan sudah empat tahun bermitra dengan PT Sahdana Arifnusa," jelas Gatot. Sementara itu, Koordinator BPP Kecamatan Lembar, Achmad Hariyadi, menuturkan bahwa saat ini terdapat 27 kelompok tani tembakau di kecamatan lembar dengan total luas tanam 161 hektare dari potensi lahan kering seluas 1.108 hektare."Peningkatan budidaya ini tidak terlepas dari dukungan program kemitraan serta bantuan dari Dinas Pertanian Lombok Barat melalui DBHCHT," ujarnya. Ia bersama penyuluh dan petani juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian atas perhatian yang terus diberikan. Di sisi lain, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanin Lombok Barat, Hj. Baiq Helmi Fitriana, SP, menegaskan bahwa pihaknya konsisten mendorong peningkatan produksi sekaligus menjaga keberlanjutan varietas lokal tembakau melalui program DBHCHT. Berbagai bantuan telah diberikan kepada petani, mulai dari alat perajang, hand traktor, roda tiga, hand sprayer, kereta dorong, cultivator, rehabilitasi irigasi, jalan usaha tani, hingga gudang penyimpanan hasil panen. Selain itu, Dinas Pertanian juga melakukan inovasi teknis berupa pelepasan varietas tembakau lokal Lombok Barat. Ada lima varietas yang telah dilepas, yakni Layur Besar (Gerung), Eskot, Layur (Kediri), Kasturi (Kediri), dan Beboro (Labuapi). "Tujuannya untuk melestarikan plasma nutfah tembakau lokal, meningkatkan pendapatan asli daerah melalui penjualan ke stakeholder, serta tentu saja untuk meningkatkan kesejahteraan petani," jelas Helmi. Tembakau Unggul dan Subur , Petani Makmur. *(itt@)