Loading...

Kendalikan Fungi Dengan Jadam Sulfur

Kendalikan Fungi Dengan Jadam Sulfur
PENULIS: BPP SIPAHUTAR, DINAS PERTANIAN TAPANULI UTARA Pertanian berkelanjutan memerlukan inovasi dalam pengelolaan hama dan penyakit tanaman agar hasil produksi tetap optimal tanpa merusak lingkungan. Salah satu teknologi pertanian ramah lingkungan yang mulai banyak digunakan oleh petani organik di berbagai negara adalah Jadam Sulfur (JS). Jadam Sulfur merupakan salah satu fungisida ramah lingkungan dengan berbahan dasar sulfur / belerang jenis fungisida yang bekerja secara kontak untuk mengendalikan penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur (fungi). Maanfaat Jadam Sulfur Selain menunjang pertanian organik jadam sulfur bermanfaat sebagai : Mengendalikan penyakit tanaman seperti embun tepung, karat daun, bercak daun, dan busuk batang yang disebabkan oleh cendawan. Menghambat perkembangan tungau (mite) yang sering menyerang tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, melon, dan mentimun. Menekan populasi serangga penghisap seperti thrips, kutu daun (aphid), dan kutu kebul (whitefly). Alat dan Bahan pembuatan Jadam Sulfur Alat yang digunakan ember 10 liter untuk wadah pengadukan, tongkat pengaduk, alat pelindung diri (masker, sarung tangan, kacamata pelindung). Bahan-bahan: 2,5 kg belerang, 2 kg natrium hidroksida/ Soda api, 250 g garam krosok, 5 liter air (jumlah awal), 3,2 liter air (tambahan air) Cara Pembuatan Jadam Sulfur Cara membuat jadam sulfur, yaitu dengan menyiapkan ember berukuran lebih dari 10 liter dan alat pengaduk. Masukkan bubuk belerang yang sudah disiapkan sebanyak 2,5 kg kedalam wadah, tuang natrium hidroksida/ Soda api sebanyak 2 kg kedalam wadah dengan hati-hati, jangan sampai terkena kulit dan terhirup debunya disarankan mengunakan masker, tambahkan 250 gr garam krosok kedalam wadah. Tuang 5 liter air dengan hati-hati. Pantau suhu campuran, jika melebihi 800C tambahkan sekitar 1-2 liter air agar larutan tidak mendidih atau meluap. Aduk semua bahan hingga larut selama ± 10 menit. Setelah suhunya mulai turun tambahkan air 3,2 liter kemudian aduk hingga merata. Setelah semua merata tutup wadah dan diamkan selama kurang lebih 1-2 hari. Saring campuran untuk menyaring sedimen/ pengendapan. Kemas larutan dalam wadah kedap cairan, dan simpan 50C. Pestisida ini memiliki umur simpan yang tidak terbatas jika disimpan dengan benar. Cara Aplikasi di Lapangan Dosis umum: 20–30 ml Jadam Sulfur per 10 liter air. Penyemprotan dilakukan pada pagi atau sore hari untuk menghindari penguapan cepat dan efek fitotoksik akibat sinar matahari langsung. Interval aplikasi: setiap 7–10 hari sekali, atau sesuai kebutuhan berdasarkan tingkat serangan hama/penyakit. Catatan: Jangan mencampur Jadam Sulfur dengan pestisida yang mengandung minyak mineral atau bahan alkali kuat, karena dapat menyebabkan reaksi yang merusak efektivitasnya. Keunggulan Dibanding Pestisida Kimia Biaya rendah: Petani bisa membuat sendiri dengan harga murah. Bahan mudah diperoleh: Belerang dan kapur tersedia di toko pertanian atau bangunan. Aman untuk organisme bermanfaat: Bila digunakan sesuai aturan, tidak membunuh serangga penyerbuk seperti lebah. Mengurangi ketergantungan pada produk pabrik: Mendorong kemandirian petani.