Loading...

Kendalikan Inflasi, Bi Latih Kelomopk Tani Bawang Merah Bondowoso Dengan Ecofarming Berbasis Ma - 11

Kendalikan Inflasi, Bi Latih Kelomopk Tani Bawang Merah Bondowoso Dengan Ecofarming Berbasis Ma - 11
Bawang merah dengan nama latin Allium Cepa L Var Aggregatum adalah salah satu bumbu masak utama adalah tanaman hortikultura yang sudah sejak lama dibudidayakan oleh petani utamanya petani di kelompok tani Tani Makmur 5 Desa Kabuaran Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso. BPS pada juli 2022 menyatakan komoditas cabai merah, cabai rawit dan bawang merah merupakan pemicu terjadinya inflasi mencapai 0.64% sedangkan bawang merah sendiri memiliki andil hingga 0.09%. Salah satu penyebab bawang merah menjadi penyumbang terhadap inflasi juli 2022 adalah karena faktor cuaca yang menyebabkan gagal panen di beberapa sentra produksi hortikultura sehingga menyebabkan harga bawang merah melonjak tinggi. Berdasarkan keadaan tersebut Bank Indonesia perwakilan Jember melakukan asessment sejak januari 2023 untuk melihat potensi pertanian bawang merah di Desa Kabuaran, ini dilakukan karena bawang merah pernah andil memicu inflasi di daerah Jember dan Banyuwangi. Kelompok tani Tani Makmur 5 Desa Kabuaran yang banyak mengusahakan budidaya bawang merah menjadi prioritas dari BI untuk dijadikan cluster binaan agar kedepan dapat turut andil menekan inflasi utamanya pada pasokan komoditas bawang merah dengan mengadakan pelatihan integrated eco farming berbasis pupuk organik elama 2 hari bertempat di kelompok tani Tani Makmur 5 dengan sasaran seluruh anggota kelompok yang mengusahakan budidaya bawang merah sebanyak 35 orang. Pada pertemuan yang diadakan di Desa Kabuaran Kecamatan Grujugan tanggal 7 Maret 2023, Hendri Widotono selaku kepala Dinas Petanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BI perwakilan Jember yang turut serta dalam peningkatan kapasitas petani bawang merah di Desa kabuaran “Organik adalah hal yang seharusnya ada di alam sebagai penopang keberhasilan budidaya bawang merah dan akan menjadi sumber daya pertanian yang selalu terbarukan”. Menciptakan pertanian ramah lingkungan sejalan dengan visi dan misi dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso yaitu mewujudkan pertanian tanaman pangan, perkebunan dan peternakan yang ramah lingkungan, berdaya saing dan memberikan nilai tambah. Bpk Prayugo Deputi Kepala Perwakilan BI Jember juga menyebutkan “Kegiatan Integrated Eco Farming berbasis MA – 11 (microbachter alfaafa 11) merupakan program untuk mengendalikan inflasi utamanya menghadapi bulan ramadhan dan menjelang idul fitri”. “Hidupkan lahan pertanian kembali, manfaatkan sumberdaya yang ada, limbah pertanian menjadi pakan ternak limbah ternak menjadi complete feed di lahan” ujar Nugroho Widiasmadi selaku Tenaga Ahli Sektor Riil – Expert Pool Bank Central Republik Indonesia (BI). Pada pembukaan acara BI menyerahkan bantuan rumah kompos kepada kelompok tani Tani Makmur 5. Ditulis Oleh : HARDIANTO S. ST NIP. 19820122 200901 1 001