KEPALA DINAS PERTANIAN HUTBUN SIAP SUKSESKAN PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI BERAS NASIONAL (P2BN)
Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Ir. H. Ikrori Hudanto berkomitmen penuh untuk mensukseskan Program Peningkatan Produksi Beras Nasional di Kabupaten Banyuwangi. Sebagaimana amanat Bapak Presiden, bahwa tahun 2014 target surplus beras 10 Juta Ton harus tercapai di Indonesia. Kabupaten Banyuwangi sebagai salah satu lumbung beras nasional dengan luas sawah mencapai 65.992 Ha dengan produksi Gabah Kering Giling tahun 2011 mencapai 430.399 ton, pada bulan Juni 2012 mendapat penghargaan dari Bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono karena " MAMPU MENINGKATKAN PRODUKSI BERAS DIATAS 5 PERSEN". Sebagai bentuk komitmennya, Ir. H. Ikrori Hudanto tidak segan-segan untuk terjun ke lapangan. Kemarin (Selasa, 23 Oktober 2012) Kepala Dinas melakukan pembinaan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) di Kelompok Tani Margomulyo, Desa Kebaman Kecamatan Srono. Bertempat di gubuk ditengah persawahan, Kepala Dinas menyampaikan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan produksi beras adalah dengan pemberdayaan petani dan salah satu program pemberdayaan petani yang sedang digalakan oleh Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi adalah Program SL-PTT. Dengan Sekolah Lapang diharapkan Sumber Daya Manusia (SDM) petani meningkat. Pola pikir petani yang selama ini dikenal konservatif harus bisa berubah. Dengan sekolah lapang petani diharapkan mampu untuk menginventaris sendiri kebutuhan pengelolaan tanaman pertaniannya, baik dari segi pembiayaan, kebutuhan sarana produksi, antisipasi serangan hama & penyakit serta pemasaran hasil. "Kalau petani mampu mengelola tanaman dengan baik maka petani dapat sukses meningkatkan produksi dan juga meningkat kesejahteraannya"tambahnya. Komitmen lainnya dari Kepala Dinas adalah untuk sebisa mungkin mengurangi laju alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri ataupun perumahan. Seperti diketahui bahwa Kabupaten Banyuwangi menjadi magnet baru bagi investor nasional terutama bidang industri. Kemudahan akses transportasi dengan adanya bandara dan pelabuhan merupakan faktor pendukung utama. "Jika luas lahan persawahan terus menyusut, akan sulit untuk mencapai target peningkatan produksi beras"tuturnya.