Telur adalah sumber protein asal unggas yang kaya akan nilai nutrisi, memiliki kandungan gizi yang lengkap baik protein, lemak, vitamin, maupun mineral. Di samping itu sangat mudah untuk mendapatkan telur, harganya relatif murah sangat direkomendasikan oleh para ahli gizi untuk menjadi salah satu sumber protein hewani bagi masyarakat. Ayam petelur adalah jenis ayam yang difokuskan untuk menghasilkan telur berkualitas tinggi, memainkan peran penting dalam industri peternakan. Mereka memiliki karakteristik khusus yang mendukung produksi telur dalam waktu yang cukup lama, dengan fokus utama pada jumlah dan kualitas telur. Di era modern seperti saat ini industri ayam petelur harus selalu beradaptasi dengan kondisi lingkungan, kondisi global, serta peraturan yang bersifat dinamis. Hal tersebut bertujuan untuk melindungi manusia yang mengonsumsi melalui sistem keamanan pangan. Pada hari Senin (12/2), Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Drs. H. Masrul Kasmy bersama Penyuluh Pertanian Kelurahan Pematang Pudu, Riski Aprelia, SP, melakukan kunjungan lapangan dalam hal pembinaan, pendampingan dan pengawasan pelaksanaan usaha peternakan ayam petelur yang bertempat di Kelurahan pematang Pudu Kecamatan Mandau. Hal ini dilakukan dalam rangka turut mendukung upaya pengembangan potensi peternakan ayam petelur. Dalam kunjungan ini, beliau juga berdiskusi bersama Bapak Rikardo Panjaitan sebagai pemilik peternakan yang juga Ketua Kelompok Tani Raphon Hadumaon. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan ayam petelur ini memiliki potensi yang sangat besar untuk dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan berhasilnya Kelompok Tani Raphon Hadumaon dalam mengelola usaha peternakan dengan 1000 ekor ayam petelur dalam produktifitas maksimal dan diiringi dengan permintaan pasar yang sangat tinggi. Ayam petelur dinilai mampu memberikan sumber pendapatan yang stabil karena menghasilkan telur secara kontinu dan dapat dijual untuk mendapatkan penghasilan yang tetap. Kemudian, masa produktif ayam petelur cukup lama, mencapai satu setengah sampai dua tahun. Produksi maksimum dapat dicapai setelah 90 minggu, dan setelah periode produktif, telur masih dapat dikumpulkan setiap hari. Namun, beternak ayam petelur tidak selalu memberikan keuntungan langsung. Untuk saat ini tantangan utama peternak adalah ketersediaan dan tingginya harga pakan. Sehingga sangat penting untuk memahami potensi dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk meraih hasil terbaik. Penulis : Rizki Aprelia, S.P (Penyuluh Pertanian Kec. Mandau Kab. Bengkalis Prov. Riau) Februari 2024