Loading...

KESEHATAN SAPI

KESEHATAN SAPI
Budidaya sapi potong meliputi kegiatan pemeliharaan mulai dari ternak masuk kekandang sampai dijual terdiri dari pemberian pakan, tatalaksana perkandangan, kebersihan lingkungan, pengenalan penyakit yang sering menyerang dan penanggulangannya. Peningkatan kesehatan merupakan program yang sangat mendukung usaha peternakan yang dapat dilaksanakan secara bersama-sama dengan penuh kesadaran dari setiap peternak bersama pemerintah untuk mencapai tujuan keberhasilan usaha ternak adalah : Kesehatan hewan merupakan suatu status kondisi tubuh hewan dengan seluruh sel yang menyusunnya dan cairan tubuh yang dikandungnya secara fisiologis berfungsi normal. Ciri ciri hewan sehat: ? Aktif, sigap, sadar dan tanggap terhadap perubahan situasi disekitarnya. ? Kondisi tubuhnya seimbang, tidak sempoyongan/ pincang, langkah kaki mantap dan teratur, dapat bertumpu dengan empat kaki dan posisi punggung rata. ? Mata bersinar, sudut mata bersih, tidak kotor dan tidak ada perubahan pada selaput lendir/kornea mata. ? Kulit/bulu halus mengkilat, tidak kusam dan pertumbuhannya rata. ? Frekuensi nafas teratur , halus dan tidak tersengal-sengal. ? Denyut nadi , irama teratur dan nada tetap Fenomena yang terjadi dilapangan sejauh kita menjaga kesehatan ternak ternyata dijumpai kejadian ternak sakit. Sakit berdasarkan definisinya adalah : ? Keadaan dimana keselarasan dalam tubuh terganggu atau fungsi organ terganggu ? Atau penyimpangan dari kondisi normal hewan disebabkan oleh jasad hidup ? Gangguan fungsi tersebut kemudian tampak dalam tanda-tanda fisik yang dapat dilihat (gejala penyakit/symphtom) yang nampak secara visual. Dilihat dari penyebab sakit ternak dapat digolongkan menjadi : ? Masuknya jasad renik (virus,bakteri,protozoa dll) ? Gangguan metabolisme ? Gangguan hormon ? Benturan, dll Penularan penyakit: ? Kontak langsung ? Lewat alat-alat ? Melalui makanan/minuman ? Udara ? Gigitan serangga ? Kecelakaan/bawaan Penanganan ternak yang sakit ? Di pisahkan dengan ternak lain ( isolasi) ? Identifikasi penyakit ? Pemberian obat ? pemantauan Upaya yang terbaik dalam menjaga kesehatan ternak adalah tindakan preventif yaitu kegiatan pencegahan terjadinya penyakit melalaui : ? Menjaga kebersihan kandang beserta peralatannya, termasuk memandikan sapi. ? Sapi yang sakit dipisahkan dengan sapi sehat dan segera dilakukan pengobatan. ? Mengusakan lantai kandang selalu kering. ? Memeriksa kesehatan sapi secara teratur dan dilakukan vaksinasi sesuai petunjuk. Beberapa kejadian penyakit yang perlu diwaspadai: Cacingan Terapi:Pemberian obat cacing dan ulangannya(Albendazole, Piperazine), anitasi & kebersihan (pakan, minum, kandang & lingkungannya), Minimalisir siput. Bloat/Kembung/Timpani Terapi: Bentuk gas dengan membawa sapi berjalan ditempat panas, bentuk gelembung harus dipecahkan gelembung dengan pemberian : Poloxalane, Dimeticone, minyak nabati (oral), trokar. Diare/White Scour Terapi: Disesuaikan dengan penyebabnya, penggantian cairan tubuh, pemberian antibiotik (bakteri/virus), pemberian vitamin (supportif). Cascado Terapi: Salep asuntol, Ivermectin (injeksi/ salf), gusanex, pemberantasan lalat (insektisida/ sanitasi & kebersihan kandang) Myasis/Borok Terapi: Bersihkan luka dengan antiseptik (PK), Salep (vaselin, antibiotik, gusanex), Injeksi antibiotik sistemik. Pink Eye (Infectious Keratitis, Keratoconjunctivitis) Penanganan: isolasi hewan ditempat gelap, beri antibiotik 2x sehari. Pencegahan Jangan menggembala ternak di bawah jam 9 pagi atau embun masih ada. Scabies/Acariasis/Kudis Terapi: Ivermectin (Injeksi/2 mg & salep), Sanitasi & desinfeksi kandang,dimandikan dengan sabun colek di beri oli dan belerang dan bawang merah. Penulis. Ir. Nurul Ashar (Penyuluh Pertanian Madya Dipertanhut Kab. Pemalang) Sumber Budi Tri Akoso, Kesehatan Sapi, Kanisius 2000 Subronto, Ilmu Penyakit Ternak I, Gajah Mada University Press, 2003 Hatmono, H, Drh. M.Si. Model Usaha Agribisnis Sapi Pedaging. Pt. Duta Karya Swasta.2010