Loading...

KESEHATAN SAPI CHAROLAIS

KESEHATAN SAPI CHAROLAIS
Dalam pemeliharaan sapi charolais, salah satu yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan para peternak yang mengusahakan budidaya sapi charolais adalah memperhatikan dan penanganan kesehatan pada sapi charolais, sehingga akan diperoleh sapi yang sehat dan produktivitasnya tinggi sehingga menguntungkan pada peternak itu sendiri. Hal yang perlu diperhatikan kesehatan pada sapi charolais adalah ; 1. Situasi penyakit. Usaha penggemukan sapi potong terutama usaha penggemukan harus terletak di daerah dimana tidak ditemukan gejala klinis atau bukti lain tentang penyakit mulut dan kuku (foot and Mouth Disease), ingus jahat (Malignat Catarhal Fever), Bovine Ephemeral Fever, lidah biru (Blue tongue), Antharax (radang limpa), dan Brucellosis (kluron menular) 2. Vaksinasi/pencegahan. Dalam usaha penggemukan sapi dapat dilakukan pencegahan antara lain: a) Usaha budidaya sapi potong harus melakukan vaksinasi dan pengujian/tes laboratorium terhadap penyakit tertentu yang ditetapkan oleh instansi yang berwenang, b) Mencatat setiap pelaksanaan vaksinasi dan jenis aksin yang dipakai dalam kartu kesehatan ternak, c) Melaporkakn kepada Dinas peternakan setempat (instansi yang berwenang) setiap timbulnya kasus penyakit terutama yang diduga/dianggap penyakit menular. Sapi charolais mudah terkena penyakit yang sama dengan sapi potong pada umumnya, banyak penyakit dan wabah hama yang menyerang industri peternakan di dunia, yang paling serius terjadi di lembah dan sedikit Negara berkembang. Satu dari penyakit yang umum dapat ditemukan di Negara berkembang adalah yang mana telah menjadi pembatasan yang berhasil melalui vaksinasi dan pengujian. Penyakit ini menghasilkan demam yang melemahkan bagi manusia yang mengkonsumsi susu dari sapi yang terinfeksi, umum terdapat di dalam hewan berdarah panas dan manusai, ini disebabkan oleh spirochete dan hasilnya adalah demam kehilangan bobot dan keguguran. Disebabkan oleh virus khusus yang mana mampu menulari banyak dari hewan berdarah panas, biasanya ditularkan melalui gigitan dari hewan yang terjangkit, baik hewan liar maupun hewan peliharaan. Penyakit kaki dan mulut telah dapat disingkarkan dari sebagian besar Amerika Utara, beberapa Negara Amerika Tengah Australia, dan New Zealand. Dunia masih terganggu oleh penyakit yang menyerang kuku kaki hewan (termsuk sapi), manusia secara halus mudah terkena organisme ini. Keberhasilan vaksinasi telah dikembangkan untuk lengan hitam, malignant edema, infectious bovine rhinotracheits (atau hidung merah), dan beberapa penyakit lainnya. Anaplasmosis, umum terdapat pada daerah tropis dan semitropis, penyebaran dilakukan oleh nyamuk dan lalat, yang disebabkan oleh peradangan bakteri yang mematikan, telah secara luas disingkirkan di Amerika Serikat dan Eropa Barat, menyerang di Asia dan Eropa, disebabkan oleh virus khusus yang membuat demam tinggi dan mencret, disebabkan oleh lalat hijau, menyerang sapi charolais dan sapi potong serta kuda, umumnya terjadi di Afrika Tengah dan Afrika Selatan selain itu di Fhilifina. Keracunan rumput dan demam susu diakibatkan oleh gangguan metabolisme yang disebabkan oleh formasi gas cepat dalam rumen, ruangan awal dari perut, biasanya ini berbahaya kecuali dilepaskan. Penularan radang mata yang disebarkan lalat atau debu dan ini adalah yang paling serius dalam peternakan dimana terjadi pewarnaan pigmen putih disekeliling mata, satu atau dua mata. Radang pada ambang, ini disebabkan oleh penanganan yang kasar atau oleh penularan. Vibrosis, penyakit kelamin yang disebabkan oleh keguguran, radang paru-paru dan deman. Semua penyebab kehilangan serius dan sulit untuk dikendalikan kecuali melalui manajemen yang baik Spectrum antibiotik luas (antibiotic yang efektif melawan beragam microorganisme), sangat kuat dan obat-obatan khusus, sangat efektif dan menguntungkan. Dari apa yang diuraikan di atas tergambar bahwa penyakit sapi potong charolais tidak hanya satu jenis penyakit, tetapi terdapat beberapa jenis penyakit misalnya yang menyerang kuku, demam, mencret dll. Sumber penyakit ini tentunya dapat berkembang biak di daerah endemis penyakit tersebut. Selain itu penyakit akan berkembang dengan baik bila lingkungan hidupnya mendukung misalnya; kelembapan yang tinggi, lingkungan kandang yang kotor, dan makanan ternak sapi yang tidak bersih. Untuk mencegah sapi charolais dari serangan hama penyakit yang sering menyerang sapi charolais sebaiknya peternak melakukan beberapa hal antara lain; a) Bibit sapi charolais diupayakan yang berasal dari bibit yang sehat. Bibit sapi yang sehat tentunya telah dilakukan pemeriksaan lebih dini dari instansi terkait, dengan ketentuan yang berlaku sesuai dengan prosedur. Jika petani membeli bibit sapi charolais yang telah mendapat jaminan dari pemerintah/instansi terkait bahwa bibit sapi tersebut sehat, maka pemeliharaan berikutnya lebih mudah. b) Upayakan pembuatan kandang di daerah yang lebih tinggi dari lingkungan sekitiar, sehingga pembuangan air kotor akan lancar dan upayakan kandang jangan lembab. Jika hal ini dapat dipelihara maka perkembangan penyakit dapat dihindari. c) Makanan yang disiapkan untuk sapi potong charolais haruslah higinis/bersih dari kotoran dan bakteri lainnya, dengan jalan ini maka sumber penyakit yang merusak mulut dan perut sapi charolais dapat dihindarkan d) Lakukan pencegahan penyakit sedini mungkin dengan jalan melakukan vaksinasi dan pemberian obat pada sapi charolais sesuai dengan petunjuk Dinas Peternakan setempat e) Bila ditemukan tanda-tanda yang aneh/berbeda dari keadaan yang biasa pada sapi charolais maka secepatnya hubungi penyuluh peternakan atau Dinas Peternakan setempat, untuk mendapatkan petunjuk dalam penanganan sapi charolais yang dipelihara f) Sebaiknya kandang dan pemeliharaan sapi charolais jauh dari pemukiman masyarakat sekitarnya. Oleh: Dr.H.Ibrahim Saragih/Penyuluh Pertanian Sumber: 1) Direktorat Ruminansia Direktorat Jenderal Peternakan, 2007, Pedoman Budidaya Ternak Sapi Potong yang Baik 2) Direktkorat Bina Produksi Peternakan, 1991, Pedoman Standar Bibit Ternak