Loading...

Ketinggian Tempat dan Lokasi Penanaman yang Baik untuk Tanaman Buah Kombinasi

Ketinggian Tempat dan Lokasi Penanaman yang Baik untuk Tanaman Buah Kombinasi
Tanaman buah memerlukan lingkungan tumbuh tertentu yang harus dipenuhi agar bisa tumbuh optimal. Jika ditanam di lokasi yang kurang sesuai, beberapa proses fisiologis tanaman buah akan terganggu. Akibatnya pertumbuhannya juga akan terhambat. Kriteria lingkungan tumbuh yang dibutuhkan oleh tanaman buah berhubungan dengan suhu, intensitas cahaya, dan curah hujan, Sebenarnya, faktor-faktor tersebut harus diperhitungkan terlebih dahulu sebelum memutuskan menanam suatu jenis tanaman buah. Namun, pada kondisi tertentu kebutuhan tersebut bisa saja tidak terpenuhi, karena perubahan cuaca yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Karena itu, perlu diciptakan lingkungan tumbuh vang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Ketinggian tempat atau lokasi penanaman berhubungan erat dengan perubahan suhu, intensitas cahaya, dan kelembapan udara. Faktor-faktor tersebut sering disebut dengan agroklimat. Kondisi agroklimat sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman sehingga tanaman yang mampu tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah akan terhambat pertumbuhannya jika ditanam di dataran tinggi, begitu juga sebaliknya. Umumnya, semua jenis tanaman buah dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik jika ditanam di dataran tinggi atau di ketinggian 400 meter dii atas permukaan laut (dpl). Dalam kondisi tertentu, misalnya musim kemarau yang sangat panjang atau musim hujan dengan curah hujan yang tinggi, kebutuhan suhu, intensitas cahaya, dan curah hujan yang ideal tidak dapat tercapai, sehingga akan mengganggu pertumbuhan tanaman. Kebutuhan tanaman pada cahaya matahari dan curah hujan dapat dimanipulasi dengan menggunakan paranet, plastik ultra violet, dan mulsa. Namun, suhu dan kelembapan udara sulit dimanipulasi karena biayanya sangat mahal dan perlu investasi jangka panjang. Pada musim kemarau, kondisi lingkungan dapat dimanipulasi dengan menggunakan naungan dari paranet atau plastik ultra violet. Untuk mengurangi pengaruh suhu yang terlampau tinggi dan kelembapan udara yang terlampau rendah, penyiraman dilakukan dua kali sehari, atau sesuai dengan kebutuhan. Untuk mengurangi penguapan, media tanamnya dapat ditutup dengan mulsa plastik. Jika curah hujan tinggi, dapat dilakukan pemangkasan rutin untuk menjaga kelembapan udara di sekitar tanaman, terutama di bagian tanaman yang negatif. Dalam kondisi demikian, perlu dilakukan pengelolaan air secara tepat, yakni dengan memperhatikan sistem penyiraman dan pembuangan air. Ketika curah hujan tinggi, penyiraman dilakukan seperlunya saja. Saluran pembuangan air (drainase) harus berfungsi dengan baik, sehingga tidak terdapat genangan air di sekitar tanaman. Sementara itu, untuk mendeteksi serangan hama dan penyakit tanaman secara dini perlu dilakukan monitoring secara teratur. Sumber : Agromedia, 2002.