Loading...

Keunggulan, Budidaya dan Prospek Pengembangan Tarramba

Keunggulan, Budidaya dan Prospek Pengembangan Tarramba
Keunggulan Tarramba: Tarramba memiliki fase pertumbuhan yang sangat cepat, terutama pada tanah-tanah dengan kesuburan yang baik, seperti tanah hitam vertisol berpasir di Naibonat. Pada jenis tanah tersebut Tarramba mampu mencapai tinggi tanaman > 11 meter hanya dalam waktu 12 bulan. Selain itu, Tarramba sangat tahan terhadap kekeringan dan mampu menghasilkan hijauan segar berkualitas tinggi ketika semua jenis rumput telah mengering di NTT. Tarramba juga lebih banyak menghasilkan daun dibandingkan dengan jenis lamtoro sebelumnya (K28, K500 dan lainnya), dan lebih disukai ternak sapi dibandingkan dengan jenis lamtoro sebelumnya, serta menghasilkan pertumbuhan batang yang lurus dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan kayu bangunan kandang sederhana atau untuk kerangka kusen pintu dan jendela. Tarramba sangat tahan kekeringan karena mempunyai sistem perakaran yang dalam sehingga mampu memanfaatkan air tanah yang dalam selama kemarau dan karenanya mampu terus menghasilkan hijauan segar pada kondisi sangat kering. Budidaya: Lamtoro Tarramba sebaiknya ditanam dengan menggunakan anakan yang sudah disiapkan 1-2 bulan sebelum musim hujan (dengan membuat anakan di polybag), untuk mengatasi permasalahan lamtoro yang sangat tidak mampu berkompetisi pada masa anakan dengan tanaman lain. Penanaman juga dapat menggunakan cara tugal benih langsung, tetapi harus diikuti dengan pembersihan gulma yang baik. Penanaman juga dapat dengan menggunakan cara stump (anakan persemaian berumur 6 bulan s/d 1 tahun, dicabut, pangkas semua daun dan sebagian akar ditinggal 10-15 cm) dan ditanam ke lahan pada waktu curah hujan sudah merata. Tanaman L. leucocephala cv. Tarramba sudah mulai dapat dimanfaatkan pakan dengan pemangkasan ketika mencapai umur 10-14 bulan, dengan produksi hijauan yang terus meningkat mengikuti umur tanaman. Prospek Pengembangan Tarramba. Dengan sudah cukup banyak kegiatan penelitian dan pengkajian Lamtoro Tarramba di lapang, perlu dibuatkan kelembagaan dimana peternak dapat memproduksi dan mengolah Tarramba untuk memenuhi kebutuhan pakan yang terbatas dimusim kemarau. Secara Nasional ,dapat dilakukan introduksi Lamtoro Tarramba ke daerah yang adaptif untuk penanaman dan pemanfaatan pakan berkualitas ternak berbasis legume pohon utuk keperluan penggemukan atau breeding ternak sapi. Penulis: Onike Lailogo - Penyuluh Madya BPTP – Balitbangtan – NTT