Indonesia sangat kaya akan sumber plasma nutfah dan keragaman jenis durian (Durio spp.), namun pengembangannya tidak sepesat di Negara Lain seperti Thailand. Hal ini disebabkan tanaman durian belum dikelola secara komersial dan tanaman yang ada umumnya sudah berumur ratusan tahun yang berasal dari perbanyakan generatif sehingga tidak memberikan hasil yang optimal. Untuk mengetahui keunggulan dari keanekaragaman sumber daya genetik durian maka dilakukan observasi dan karakterisasi di beberapa lokasi di Sulawesi Barat. Pada umumnya kerabat durian (Durio spp.) di Sulawesi Barat masih tumbuh liar di hutan-hutan rakyat dan hanya sebagian kecil yang tersasa di kebun masyarakat. Durian di Sulawesi Barat merupakan tanaman tahunan dan populasinya semakin berkurang akibat pohon banyak ditebang untuk dijadikan bahan bangunan. Disamping itu masih minimnya iformasi tentangnya pentingnya plasma nutfah serta tanpa teknologi budidaya yang memadai. Kelangkaan tanaman juga disebabkan oleh umur berbuah yang terlalu lama, sehingga orang enggan menanamnya sehingga lebih cenderung menanam varietas dari luar seperti durian otong. Hal ini merupakan faktor penyebab terjadinya pengikisan plasma nutfah, sehingga keberadaan dan kelestarian tanaman durian lokal menjadi terancam. Kenyataan ini tentu memerlukan perhatian dari semua pihak dalam rangka pelestarian plasma nutfah khususnya, durian dan kerabatnya yang spesifik. Oleh karena itu, domestikasi khususnya terhadap kerabat durian yang masih tumbuh dan berpotensi ekonomi perlu dilakukan. Durian Latappa tondo merupakan salah satu plasma nutfah yang masih ditemukan di Desa Pallatta’, Kecamatan Tapango’, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat. Ironisnya durian lokal tersebut tersisa satu pohon dengan umur yang diperkirakan lebih 100 tahun. Untuk mengetahui potensi dan keunggulan dari durian latappatondo’ dilakukan observasi dan karakterisasi. Dari kegiatan ini akan dihasilkan deskripsi morfologi tanaman yang penting artinya sebagai pedoman untuk pemberdayaan sumber genetik dalam program pemuliaan tanaman dan juga sebagai dasar untuk pendaftaran varietas lokal ke Pusat Perlindungan Varietas untuk mendapatka legalitas sebagai pemilik SDG lokal. Karakterisasi bertujuan untuk mengetahui sifat agronomi dan sifat-sifat lain dari plasma nutfah. Karakterisasi meliputi tipe tanaman, bagian batang, daun, Bunga, buah, biji maupun sifat-sifat khusus yang dimiliki. Durian Latappa tondo memiliki tipe prtumbuhan tegak, penampang batang berbentuk silindris, tekstur permukaan batang halus, tajuk tanaman bebrbentuk tabung, Cabang lateral arah pertumbuhan Keatas. Rata-rata panjang helai daun sedang ( 15,98 cm), lebar helai daun sedang ( 4,59 cm), panjang/lebar helai daun nisbah sedang ( 3,26 cm, bentuk helai daun bulat telur, bentuk helai daun pada irisan melintang cukup sedang, bentuk dasar helai daun membulat, panjang ujung akunia helai daun termasuk kategori panjang, lengkungan ujung helai daun kuat. Putik bunga sebelum mekar berbentuk bulat telur, bentuk ujung putik bunga membulat, petal bunga berbentuk spatula sedang, warna petal putih, dan posisi putik bunga terhadap benang sari setara. Panjang tangkai buah sedang, pautan tangkai buah pada tangkai malai berbentuk tipe I, berat buah ringan, panjang buah sedang, lebar buah sempit, panjang/lebar nisbah buah sedang, jumlah juring buah 5, kedalaman lekukan juring buah lemah (1), buah kurang simetris (2). Bentuk buah bulat telur (1), bentuk area tempelan tangkai pada buah menonjol (1), bentuk ujung buah meruncing (1), warna kulit buah secara umum coklat cerah (6), keberadaan kulit buah berduri (9), panjang duri buah pendek (3), kepadatan duri buah sedang (5), duri buah bertipe III. Terdapat duri disekitar tangkai buah, bentuk ujung duri buah melengkung, bentuk duri kecil pada ujung buah melengkung. Berat kulit buah ringan <50% berat total, ketebalan kulit buah tipis 30 %) (36;27 %)(1,850 - 800 g - 378,55) 671,45,ketebalan daging buah tebal (>15 mm), nisbah daging buah/berat total buah banyak (>30 %), daging buah berwarna Greyed White Group yellowish Grey C, daging buah beraroma kuat, rasa manis daging buah sedang, rasa pahit daging buah lemah dan tekstrur daging buah pulen. Panjang biji termasuk kategori panjang (46,94 mm), lebar biji sedang (22,92 mm), ketebalan biji tipis (11,51 mm), berat biji Sedang (15,77 ), jumlah biji banyak (24), bentuk biji tipe V, Intensitas warna coklat biji cerah. Sedangkan yang merupakan sifat-sifat khusus dari durian latappa tondo’ yaitu waktu awal panen Durian latappa tondo’ merupakan salah satu sumber daya genetik yang harus dimanfaatkan pengembangannya dan dijadikan sebagai sumber ketahanan pangan daerah. Untuk itu pemerintah maupun semua elemen masyarakat perlu segera menerapkan langkah-langkah konservasi karena banyak sumber daya genetik lokal yang telah punah. Pelestarian Sumber Daya Genetik sebagai plasma nutfah dapat dilakukan melalui pengembangan model pembibitan sederhana dengan memanfaatkan SDG yang masih ada sebagai sumber entris. Oleh: Religius Heryanto, S.ST (Penyuluh Pertanian BPTP Balitbangtan Sulbar)