Upaya untuk meningkatkan produksi tanaman jagung dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya dengan perluasan areal, penggunaan benih unggul dan penerapan berbagai inovasi teknologi diantaranya dengan menggunakan peningkatan intensitas pertanaman atau yang biasa disebut dengan Indeks Pertanaman (IP), sehingga dapat mengoptimalkan produktivitas lahan. Dalam penerapan IP 400, penanaman jagung dilakukan 4 kali dan panenpun dapat dilakukan sebanyak 4 kali pula dalam setahun. Penerapan IP 400 pada tanaman jagung harus menggunakan varietas jagung yang berumur sekitar 100 hari dengan menerapkan sistem tanam sisip 15 hari sebelum pertanaman terdahulu dipanen. Dengan adanya inovasi teknologi IP 400 untuk pertanaman jagung, maka beberapa kelebihan atau keuntungan dapat diperoleh baik bagi pelaku utama maupun pelaku usaha dan upaya percepatan peningkatan produksi jagung untuk memenuhi kebutuhan akan jagung yang semakin meningkat dapat teratasi. Beberapa keuntungan dari penerapan IP 400 pada tanaman jagung dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Produktivitas lahan secara kumulatif per tahun jelas meningkat. Adapun tingkat produktivitasnya dapat mencapai +/- 7 ton per hektar untuk jenis jagung komposit yang berumur sekitar 90 hari dan +/- 10 ton per hektar untuk jenis jagung hibrida yang berumur sekitar 100 hari. Dengan demikian, maka total produksi dapat mencapai lebih dari 40 ton per hektar per tahun dengan menggunakan jenis jagung hibrida; 2) Pengolahan tanah cukup dilakukan sekali yaitu pada saat sebelum tanam untuk pertanaman I (pertama), selanjutnya tidak diperlukan lagi pengolahan tanah sehingga menghemat biaya produksi untuk pengolahan tanah pada pertanaman II (kedua) dan seterusnya. 3) Brangkasan hasil pemangkasan daun di bagian atas tonggkol yang dimaksudkan untuk mempercepat pengeringan tongkol disamping memberikan peluang pertanaman berikutnya yang baru tumbuh untuk mendapatkan sinar matahari penuh, dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan mulsa penutup tanah. Diusahakan mulsa agar sampai membusuk sehingga bermanfaat sebagai pupuk organik; 4) Adanya mulsa penutup tanah dapat mengurangi penguapan permukaan tanah dan mengurangi frekwensi pemberian air saat musim kemarau sehingga dapat mengurangi biaya pemberian air dan ; 5) Adanya mulsa dapat menekan pertumbuhan gulma yang semakin lama semakin bekurang sehingga biaya pengendalian gulma dan penyiangan dapat berkurang. Berbagai kelebihan dan keuntungan dengan penerapan IP 400 pada tanaman jagung, sebagaimana diuraikan diatas, diharapkan peningkatan produktivitas lahan akan tercapai, produksi jagung meningkat dan kesejahteraan petanipun akan terwujud. Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Madya, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.com Sumber: IP 400 Cara Cepat Meningkatkan Produksi Jagung, Zubachtirodin dan A.M. Adnan, Balitsereal dalam Agroinovasi Sinar Tani Edisi 26 Januari - 1 Pebruari 2011. No. 3390 Tahun XLI.