Loading...

KEWASPADAAN TERHADAP PENYAKIT FLU BABI

KEWASPADAAN TERHADAP PENYAKIT FLU BABI
Flu babi (Swine influenza) adalah penyakit pernafasan akut pada babi yang disebabkan oleh virus Swine Influenza tipe A / A-H1N1. Penyakit ini bersifat zoonosis (dapat menular pada manusia), umumnya dengan gejala klinis yang ringan. Virus ini mudah menyebar sehingga menyebabkan angka kesakitan babi yang tinggi, meskipun angka kematian rendah, yaitu 1 - 4 % bila dibandingkan dengan Flu Burung ( bisa mencapai 95 %). Masa masuknya virus flu babi ke tubuh babi sampai timbul gejala atau mati adalah 1- 2 hari, bisa 2- 7 hari dengan rata-rata 4 hari.Daya tahan virus, dalam daging akan mati pada suhu 70 derajat celsius, karenanya aman mengkonsumsi daging babi setelah dimasak dengan sempurna. Penularan virus Flu Babi dapat melalui kontak langsung, melalui udara atau melalui batuk dan bersin. Faktor cuaca dan stres juga akan mempercepat penularan hewan terinfeksi ke dalam populasi hewan yang sehat. Atau melalui peralatan kandang yang tercemar virus. Virus flu babi bisa terbawa melalui alas kaki (sepatu, sandal), baju, kendaraan dll. Penularan flu babi ke manusia jarang dan umumnya terjadi hanya pada orang-orang yang dalam kesehariannya sering kontak dengan babi yang terinfeksi atau kontak dengan benda-benda yaang telah terkontaminasi. Orang yang rentan terhadap virus flu babi seperti peternak, pemotong babi, pedagang babi dan masyarakat yang tinggal dekat peternakan babi Gejala Babi yang terinfeksi virus Flu Babi Demam tinggi sampai sampai lebih dari 38 derajat celsius . lesu/malas, batuk-batuk dan bersin, keluar cairan dari hidung dan mata, gangguan pernafasan, mata merah dan menurunnya nafsu makan. Penyakit yang sudah akut diikuti dengan muntah berlendir. Pada manusia gejala flu babi hampir sama dengan gejala flu yang biasa terjadi pada umumnya. Tetapi kadangkala bervariasi mulai infeksi tanpa gejala sampai pnemonia berat yang bisa mengakibatkan kematian. Tindakan bila ternak babi terindikasi terserang virus Flu Babi Ternak yang sakit segera pisahkan pada tempat isolasi, semprotkan kandang dengan disenfektan, melapor kepada dokter hewan berwenang,tidak mengangkut ternak babi hidup pada kendaraan umum untuk mencegah kontak langsung dan babi yang sakit mati harus dibakar dan dikubur Pencegahan kepada ternak babi Pemberian pakan dan minum yang kandungan gizinya baik dan terjamin mutu dan kebersihannya, kandang dan peralatan selalu dibersihkan dengan desinfektan, menjaga kebersihan lingkungan kandang dan sebaiknya kandang diberi pagar keliling, dibuat tempat penampungan kotoran dan diproses menjadi pupuk organik dan biogas, serta di sekitar kandang ditanami pohon-pohon penyerap bau Pencegahan kepada diri pribadi Mencuci tangan dengan sabun terutama setelah bersin/ batuk, cuci tangan setelah menggunakan sarana umum ( telefon umum, kendaraan umum, dll), cuci tangan setelah bersalaman dan sebelum makan, mencuci tangan setelah bekerja di kandang atau memegang peralatan kandang,Jika masuk dalam kandang memakai masker dan sarung tangan, menutup mulut dan hidung dengan tissue saat batuk dan bersin dan tissuenya dibuang di tempat sampah. Bila mengalami gejala flu, kenakan masker dan hindari kontak dengan orang lain.Siapakan emebr berisi air dan sabun di depan pintu kandang dan siapkan sandal/ sepatu khusus masuk kandang. Pengobatan dan Vaksin untuk Influenza A-H1NI Penanganan kasus Influenza A-H1N! Dapat dilakukan dengan pemberian obat anti virus untuk penyakit influenza yaitu odamantane ( amantadine dan remantadine) dan inhibitor neurominidase infuenza yaitu Tamiflu (Oseltamivir) dan Zanamivir. Penulis : Asia ( Penyuluh BPSDMP) Sumber Informasi : Budidaya Babi ramah lingkungan dan bebas virus influenza A- H1N1. 2009. Direktorat Jenderal Peternakan. Direktorat Budidaya Ternak Non Ruminansia.