Loading...

Kiat Sukses Penyemaian Bibit Cabai

Kiat Sukses Penyemaian Bibit Cabai
Persemaian adalah kegiatan yang mana benih cabai ditanam dalam sebuah media dengan tujuan supaya benih cabai tersebut dapat tumbuh secara maksimal. Umumnya benih yang melewati proses persemaian dapat terlindung dari yang namanya hama penyakit. Dengan menyemaikan, benih cabai yang ditanam bisa terpelihara dengan optimal dibandingkan dengan tanaman yang ditanam langsung. Proses persemaian ini tentunya merupakan bagian yang paling penting, termasuk dalam pembudidayaan tanaman cabai. Tempat penyemaian hendaknya diberi naungan untuk menghindari terik matahari langsung, kucuran hujan deras dan terpaan angin. Beberapa persyaratan untuk melakukan persemaian bibit cabai yang baik, berikut ini : Cabai Yang di Jadikan Sebagai Benih Harus di Pilih Terlebih Dulu, yaitu dengan menentukan jenis tanaman cabai apa yang hendak ditanam terlebih dulu. Adapun beberapa pilihan jenis cabai yang saat ini ada di Indonesia, contohnya seperti : cab cabai e rawit, cabai merah besar, cabai merah, cabai hijau besar dan lain sebagainya. Memilah Tanaman Cabai Yang Layak Untuk di Jadikan Benih, yaitu dengan memilih cabai yang masih segar sebagai bakal benih yang nantinya disemai. Caranya kupas cabai yang masih segar tersebut lalu ambil bijinya. Kemudian biji yang telah dipisahkan dari bagian kulitnya tersebut lalu dijemur sampai kering. Hal tersebut dikarenakan biji cabai yang telah kering termasuk syarat benih tanaman cabai yang benar. Menyemai Benih, yaitu sesudah memperoleh biji cabai berkualitas yang telah kering, maka biji benih cabai tersebut perlu disemai. Adpaun untuk pilihan proses persemaian diantaranya memakai media bedangan ataupun media polybag. Diantara kedua media tersebut memang hampir sama, tapi sebagian besar para petani cenderung lebih memilih memakai media bedengan untuk menyemai benih cabai. Langkah – langkah menyemai benih cabai : Siapkan polybag berukuran 5×10 cm kemudian isi dengan media persemaian hingga ¾ bagiannya. Media persemaian terdiri dari campuran tanah, arang sekam dan kompos dengan perbandingan 1:1:1. Ayak terlebih dahulu bahan-bahan tersebut dan aduk secara merata. Setelah media persemaian siap, rendam benih cabe rawit dengan air hangat selama kurang lebih 6 jam. Maksudnya untuk merangsang pertumbuhan. Kemudian masukkan benih kedalam polybag sedalam 0,5 cm, tutup permukaannya dengan media tanam. Penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore. Agar kucuran air tidak merusak media tanam, tutup permukaan polybag dengan kertas koran. Kemudian siram permukaan kertas koran dengan gembor hingga airnya menetes ke permukaan polybag. Benih akan tumbuh menjadi bibit cabe rawit maksimal setelah dua minggu. Tapi biasanya pada hari ke-7 bibit sudah mulai tumbuh. Bibit cabe rawit baru bisa dipindahkan ke lahan terbuka setelah berdaun 4-6 helai atau kira-kira berumur 1 hingga 1,5 bulan. Oleh : Martina Martha Poluan, SP (Penyuluh Pertanian Pertama BPP Kec. Maesa)