Kota Sumenep (23 Juni 2025), Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Kota Sumenep mengunjungi peternak burung puyuh di Desa Kolor. Juga hadir dalam kegiatan tersebut, Ibu Ria Qadarsih Chainur Rasyid selaku Ketua DWP DKPP Kabupaten Sumenep beserta pengurus lainnya untuk menimba ilmu bersama tentang usaha yang sudah dijalankan oleh Mas Syafril Nur Abdullah, salah satu peternak millennial di Kecamatan Kota. Sosok millennial ini dulunya adalah pekerja kantoran yang terpaksa resign agar bisa kembali ke kampung halaman. Mulanya ia kebingungan harus memulai usaha apa dan dari mana hingga akhirnya pada awal tahun 2020 memutuskan untuk terjun dalam usaha ternak puyuh. ”Usaha ternak puyuh di Kabupaten Sumenep masih hitungan jari, sehingga punya potensi pengembangan yang baik” ujar pemuda kelahiran Kalianget ini. Bermodalkan pengetahuan yang dipelajari secara otodidak dan bekal informasi dari komunitas, Mas Syafril berhasil menjalankan usaha hingga bertahan sampai saat ini. Lahan kosong di depan rumah disulap menjadi kandang yang memuat 5.000 ekor burung puyuh dengan omzet bulanan mencapai 13 juta rupiah. “Kedepan, saya menargetkan untuk menambah populasi menjadi 10.000 hingga 15.000 ekor”tambahnya. Saat ditanya tips perawatan kandang dan ternak agar tetap bersih dan sehat mengingat usaha berada di lingkungan pemukiman padat penduduk, mas Syafril menjelaskan bahwa pembersihan dilakukan secara rutin seminggu dua kali. “Pekerja rajin melakukan penyemprotan kandang menggunakan EM4 untuk mengurangi bau tidak sedap, mengendalikan bakteri penyebab penyakit dan mensupport perkembangan puyuh yang sehat”. Ia juga menambahkan bahwa sejauh ini ternaknya sehat, tidak terserang penyakit, dan persentase puyuh mati sangat kecil. Untuk mengepakkan sayap, mas Syafril membangun jejaring kemitraan. Ia membina beberapa peternak lainnya dan pengepul untuk memastikan stok barang dan pemasaran lancar. “Usaha ternak puyuh ini dapat dilakukan oleh siapa saja. Panen kedua, peternak sudah bisa kembali modal. Puyuh afkiran masih bisa dijual dan untuk kotoran bisa diolah menjadi bokashi”, ungkap Mas Syafril. Usaha ini bisa menjadi usaha dengan zero waste asal dikelola dengan baik. Munculnya para peternak millennial di Kecamatan Kota menjadi angin segar keragaman usaha pertanian di wilayah kerja BPP Kecamatan Kota Sumenep. Koordinator Penyuluh Kecamatan Kota Sumenep, Ibu Delly Hos Kapila menyampaikan apreasiasi dan dukungan penuh serta berharap bahwa semangat kewirausahaan peternak puyuh ini bisa diketuktularkan pada warga amasyarakat, khususnya kaum muda. "Bergerak dengan berkarya, bersinergi membina relasi"tegasnya (DHK).