Jakarta, (19/06/2024) Memperkuat komitmen dalam memberikan layanan terbaik, Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) hari ini mengadakan sesi pembinaan untuk seluruh pegawai Pusluhtan. Kepala Pusluhtan, Bustanul Arifin Caya, berkenan memberikan arahan sekaligus membuka acara yang dilaksanakan secara hybrid. Kegiatan ini sangat krusial dalam memberikan motivasi dan dorongan untuk terus meningkatkan kinerja. Selain itu, tujuan pertemuan ini adalah untuk memperkokoh integritas kita sebagai aparatur sipil negara di Pusluhtan, BPPSDMP, serta Kementerian Pertanian”, demikian Bustanul mengawali arahannya Bustanul menambahkan bahwa materi dari narasumber harus kita terapkan dengan penuh komitmen. Kita dituntut untuk bekerja dengan cepat, cermat, cerdas dan sesuai target . Kerja keras kita harus memberikan manfaat tidak hanya untuk Kementerian Pertanian tetapi juga untuk kemajuan pertanian di tingkat daerah. Sebagai pembina penyuluh, kita harus mampu tidak hanya mentransfer inovasi tetapi juga memfasilitasi program-program strategis Kementerian Pertanian di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten. Ini termasuk program-program strategis seperti optimasi lahan, pompanisasi, dan tumpang sisip di area perkebunan. Sebagai narasumber, Nurwahida, Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian, mengawali dengan menyampaikan tiga arahan Presiden Joko Widodo; pertama, birokrasi harus berdampak nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat; kedua, reformasi birokrasi (RB) bukan sekadar tumpukan kertas; ketiga, birokrasi harus lincah dan responsif. Menyoroti peran penting penyuluh pertanian dan fokus Kementerian Pertanian pada peningkatan produksi padi dan jagung—yang esensial untuk ketahanan pangan nasional dan ketenangan masyarakat—Nurwahida menegaskan bahwa penyuluh pertanian merupakan agen kunci dalam pembaharuan/RB. Penyuluh memiliki orientasi utama untuk bekerja bersama petani dan kelompok tani sebagai produsen utama beras, baik secara langsung maupun tidak langsung. Nurwahida juga menekankan bahwa seluruh pegawai harus meningkatkan usaha untuk melakukan perbaikan berkelanjutan, guna meningkatkan kinerja dan mencapai hasil yang optimal. Beliau menegaskan bahwa rencana aksi RB untuk tahun 2024 harus lebih fokus dan terukur dibandingkan tahun 2023. Untuk menciptakan birokrasi yang kompetitif, transparan, dan efisien—yang mendukung pembangunan nasional—arah kebijakan RB dijalankan melalui dua pendekatan: RB general dan RB tematik. RB general difokuskan pada percepatan digitalisasi birokrasi dan pembangunan budaya berintegritas, sementara itu, RB tematik bertujuan untuk mempercepat penanganan isu-isu prioritas dalam pembangunan nasional/daerah yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Pada akhirnya, tujuan utama kinerja penyuluh adalah untuk mewujudkan kesejahteraan petani melalui penerapan inovasi teknologi yang tepat guna dan berkelanjutan."(Edp)