KOMPONEN PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT) PADA KECAMATAN KOTO BALINGKA
KOMPONEN PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT) PADA KECAMATAN KOTO BALINGKA Perlindungan tanaman adalah salah satu usaha atau cara pengendalian organisme penganggu tanaman (OPT) disekitar area pertanian dimana pengendalian dilakukan tanpa menganggu keseimbangan ekosistem dan pengendalian dilkukan untuk menekan jumlah populasi hama agar tetap berada pada kondisi di bawah ambang ekonomi. Pengendalian hama terpadu (PHT) merupakan sebuah konsep pengendalian hama yang terkendali yang aman dan tidak membahayakan tanaman serta makhluk hidup lainnya. Komponen dari PHT adalah sebagai berikut: Penggunaan varietas unggul yang tahan hama dan penyakit Pemilihan varietas yang tahan terhadap hama dan penyakit merupakan sebuah usaha dari pengendalian hama terpadu yang dilakukan pada saat pra-tanam, ini sangat penting, bagaimanapun kelansungan baik dan buruknya tanaman ditentukan juga dari pemilihan varietas yang unggul dan tahan. Pengendalian hama Pengendalian hama merupakan sebuah cara bagaimana petani melakukan pengendalian terhadap hama dan penyakit, bukan memberantas ataupun memusnahkan apalagi dengan cara penggunaan pestisida yang brutal, akan tetapi dilakukan pengontrolan teratur dan rutin sehingga bisa melakukan tindakan yang sesuai dengan kondisi hama penyakit yang ada. Keseimbangan ekosistem Pertimbangan keseimbangan ekosistem merupakan unsur hayati yang harus dilakukan dalam PHT, petani seharusnya mengkoordinir dan mengenali ekosistem sekitar dan mencukupi segala kebutuhannya untuk terus menjaga keseimbangan ekosistem. Misalnya, jika tanah kurang subur karena kurangnya mikroorganisme dalam tanah maka petani harus memperhatikan kelangsungan hidup mikroorganisme dalam tanah tersebut. Pemanfaatan bahan dan musuh alami Pemanfaatan predator merupakan sebuah cara untuk mengurangi bahan-bahan kimia, selain itu, petani harus melaksanakan konsep back to nature, termasuk dalam pengendalian hama dengan cara menggunakan pestisida nabati dan pupuk organik.