Loading...

KONSEP DASAR DAN TEKNOLOGI PADI GOGO

KONSEP DASAR DAN TEKNOLOGI PADI GOGO

KONSEP DASAR DAN TEKNOLOGI PADI GOGO

​Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi (BRMP Padi) mendorong budidaya padi gogo dengan sentuhan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga kelestarian lingkungan.

​1. Pemilihan Varietas Unggul

​Pemilihan varietas yang tepat sangat krusial karena harus tahan terhadap kondisi lahan kering dan penyakit.

​Varietas Unggul Padi Gogo: BRMP Padi umumnya merekomendasikan varietas unggul seperti Inpago (misalnya Inpago 8) yang toleran terhadap kekeringan dan tahan penyakit blas (patah leher).

​Keunggulan Varietas Inpago: Memiliki adaptasi yang baik di lahan kering dan potensi hasil yang cukup tinggi.

2. Persiapan Lahan dan Konservasi Tanah

​Pengelolaan lahan pada budidaya padi gogo sangat menekankan pada upaya konservasi tanah dan air.

​Pengolahan Tanah: Dapat dilakukan pengolahan tanah sempurna (dua kali) atau minimal. Pada lahan miring, dianjurkan untuk membuat terasering, guludan, atau rorak untuk mengurangi aliran permukaan (run off) dan erosi.

​Peningkatan Kinerja Tanah: Pemberian bahan organik (seperti pupuk kandang 5 ton/ha) dan dolomit (untuk meningkatkan pH tanah) sangat dianjurkan untuk meningkatkan kinerja mikroba tanah dan memudahkan penyerapan hara oleh akar.

​3. Teknik Penanaman

​Penanaman padi gogo umumnya dilakukan pada awal musim hujan.

​Cara Tanam: Dilakukan dengan cara tugal (membuat lubang tanam menggunakan kayu runcing) atau larikan.

​Kebutuhan Benih: Siapkan benih sebanyak 3-5 biji per lubang tanam.

​Jarak Tanam: Jarak tanam yang dianjurkan bervariasi, seperti 25 cm x 25 cm atau 25 cm x 30 cm, disesuaikan dengan varietas dan tingkat kesuburan lahan.

Pengelolaan Tanaman dan Pemeliharaan

​Pemeliharaan bertujuan untuk memastikan pertumbuhan tanaman optimal meskipun dengan keterbatasan air.

​1. Pemupukan

​Praktek pemupukan didasarkan pada rekomendasi hasil analisis unsur tanah di lokasi budidaya.

​Pupuk Dasar: Diberikan sebelum tanam (paling tidak satu minggu sebelum tanam) bersamaan dengan pengolahan tanah.

​Pupuk Susulan: Diberikan sesuai fase pertumbuhan tanaman dengan mempertimbangkan kondisi ketersediaan air.

​2. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

​Pengendalian hama dan penyakit di lahan kering memerlukan perhatian khusus.

​Perlakuan Benih: Benih dapat diberi perlakuan insektisida untuk melindungi dari serangan awal hama.

​Pengendalian Terpadu: Menerapkan sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Salah satunya dengan menanam tanaman refugia di sekitar lahan untuk mendukung keseimbangan ekosistem dan mengendalikan hama secara alami.

​Penyakit Utama: Waspadai penyakit Blas (Patah Leher), yang umum menyerang padi gogo, dengan memilih varietas yang tahan.

​3. Pengairan/Penyiraman

​Karena mengandalkan curah hujan, perluasan areal tanam di lahan kering juga didukung oleh teknologi panen air atau irigasi tambahan jika memungkinkan.

​Panen Air: Pemanfaatan teknologi seperti pembangunan embung, dam parit, atau long storage untuk menampung air hujan dan menggunakannya saat terjadi periode kering.

​Sistem Penyiraman: Jika tersedia sumber air tambahan, penyiraman dapat dilakukan dengan sistem yang sesuai, misalnya sistem sprinkler (small gun atau loop), disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman.

Sistem Tanam Terpadu

​BRMP Padi juga mendukung pengembangan sistem pertanian yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

​Tumpang Sari (Intercropping): Padi gogo dapat diintegrasikan dengan tanaman pangan lainnya (palawija) melalui pola tanam padi gogo-tanaman sela-padi gogo. Sistem ini dapat meningkatkan efektivitas penggunaan lahan dan pendapatan petani.

​Integrasi Tanaman-Ternak: Mengintegrasikan budidaya padi gogo dengan ternak, di mana limbah ternak (pupuk kandang) dapat digunakan untuk menyuburkan lahan padi gogo.

​Kesimpulan:

​Budidaya padi gogo dengan teknologi yang dirakit oleh BRMP Padi bertujuan untuk meningkatkan produktivitas di lahan kering melalui penggunaan varietas unggul, teknik konservasi tanah, dan pengelolaan air terpadu, menjadikannya solusi strategis dalam ketahanan pangan nasional.