Loading...

KONSERVASI LAHAN MENGGUNAKAN BINGKAI A

KONSERVASI LAHAN MENGGUNAKAN BINGKAI A
Kondisi Sumber daya lahan pertanian akhir-akhir ini cenderung menurun tingkat kesuburannya hal ini menjadi ancaman bagi petani karena mempengaruhi hasil panen usaha taninya dan apabila dijumpai lahan miring dapat menyebabkan erosi tanah akibat curah hujan yang tinggi oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan agar lahan dan tanah dapat kembali menjadi produktif.. Untuk mengatasi masalah ini maka salah satu cara yang dilakukan adalah dengan melakukan konservasi lahan dengan menggunakan metode Bingkai “A”. Berawal dari pertemuan kelompok tani bersama Penyuluh Pertanian pada kelompok tani Detung Desar Dusun Ililewa Desa Watutedang Kecamatan Lela Kabupaten Sikka NTT yang membahas masalah yang dihadapi anggota Kelompok tani bahwa hasil pertanian mengalami penurunan sedangkan segala upaya sudah mereka lakukan namun ada salah satu masalah yang belum bisa terpecahkan yaitu bagaimana cara melakukan konsevasi lahan. Anggota kelompok tani menentukan konservasi lahan menjadi solusinya karena wilayah Desa watutedang sebagian besar topografinya lahan pertanian landai berbukit dan lahan kering. Melihat masalah yang dihadapi oleh Anggota Poktan maka Pemerintah Desa Watutedang mendukung dengan mengalokasikan Dana melalui Dana Desa untuk mendukung kegiatan mengoptimalkan lahan dengan dilakukannya kegiatan konservasi lahan. Konservasi lahan pertanian merupakan salah satu metode yang dilakukan untuk memperbaiki lahan agar dapat dimanfaatkan secara optimal, dapat mencegah erosi, longsor dan mencegah kerusakan tanah, menciptakan kesuburan tanah, menghasilkan panen yang tinggi dan dapat memperlambat aliran air dipermukaan serta dapat menampung dan mengalirkan aliran air. Melalui kegiatan konservasi lahan sistem pelestarian yang dilakukan dengan cara menanam tanaman yang cocok untuk lahan kering seperti lamtoro, gamal. Kaliandra yang juga dapat berfungsi sebagai pakan ternak. Salah satu teknik konservasi adalah membuat model bingkai “A”. Kegiatan penggunaan metode Bingkai ‘A’ diawali dengan menentukan titik kontur sepanjang lereng dengan alat sederhana berupa bingkai A yang terbuat dari bilahan bambu., cara penggunaan dengan menentukan lahan yang akan di olah dan menentukan titik terluar bagian atas lereng dan diberi tanda sebagai titik pertama. Kemudian letakan salah satu kaki bingkai ‘A’ pada titik awal dan kaki lainnya pada arah dalam lahan lalu memperhatikan titik potong tali dan kayu palang pada Bingkai A yang diberi tanda garis., apabila perpotongan tepat pada garis maka bagian kaki yang lain pada bingkai A di beri patok sebagai titik kontur berikutnya. Lakukan yang sama sehingga terdapat titik – titik kontur pada daerah lereng sehingga membentuk titik-titik kontur. Dengan dilakukannya kegiatan ini sangat diharapkan peran seluruh anggota Kelompok Tani khususnya dan masyarakat umumnya sehingga dapat berusaha menjaga kelestarian dan perlindungan serta pengelolaan lingkungan melalui konservasi lahan tetap dilakukan secara menyeluruh khususnya bagi wilayah dengan topografi lereng berbukit. Dengan demikian dapat menunjang budidaya tanaman pangan, perkebunan dan peningkatan hasil panen yang lebih tinggi. Merlin Fernandez.BPPLela.Nov.2019(adminperos)