Kendati memiliki lahan pertanian yang terbatas, baik dalam bidang pertanian dan peternakan, namun Kota Bukittinggi mampu mengukir prestasi pada level Sumatera Barat. Bahkan prestasinya cukup menggembirakan, yakni sebagai juara umum pada kontes ternak yang diselenggarakan di eks Terminal Regional Bingkuang (TRB) Padang, kemarin. Para peternak dari Bukittinggi, berhasil memboyong lima juara pertama dari berbagai cabang yang diperlombakan. Kelima gelar juara pertama itu, diraih masing-masing jenis sapi simental pejantan dan betina milik Fauzan Mubarak Dt Palindih, jenis sapi Bali milik Anwar Gani, Kambing peranakan etawah (PE) milik Yod serta burung berkicau. Kepala Dinas Pertanian Bukittinggi, Melwizardi, didampingi Kasi Peternakan Effia Martin, menjelaskan, selaku juara umum, Bukittinggi meraih tropi Gubernur Sumbar, tropi bergilir Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) serta piagam. Selain itu, kelima pemuncak pertama juga memperoleh uang tunai, masing-masing senilai Rp4 juta. Selain kelima bidang ternak tersebut, Bukittinggi juga menempati peringkat ke-4 dalam penilaian stand expo. Meski Bukittinggi hanya ikut tujuh cabang dalam kontes ternak itu, ternyata lima di antaranya berhasil sebagai juara pertama. Hadiah sebagai juara umum dan pemuncak lainnya diserahkan Wamen Pertanian, Rusman Heriawan, dan Gubernur Irwan Prayitno. "Sapi yang diperlombakan adalah jenis simental hasil inseminasi buatan (IB). Kriteria penilaiananya sangat ketat. Selain ditimbang berat badannya, masalah genetik kekuatan dan warna kulitnya juga dinilai," kata Melwizardi, Sabtu (30/6). Keberhasilan petani ternak Bukittinggi, tersebut diakui Melwizardi tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan pihaknya secara terprogram selama ini. Di satu sisi, diakui Bukittinggi memiliki lahan yang sangat terbatas, baik untuk pengolahan pertanian maupun peternakan. Namun, para peternak yang bernaung dalam kelompok, mampu memanfaatkan potensi ter¬sebut secara maksimal. Mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena senantiasa mendapat bimbingan dan saling berbagi informasi dengan petugas, terutama Paramedik Veteriner (mantri hewan) dan inseminator. Para petugas tersebut memberikan pelayanan melalui pos kesehatan hewan (Poskeswan) Kota Bukittinggi yang berlokasi di Kelurahan Campago Guguak Bulek. Khusus Sapi Simenthal, di Bukittinggi terdapat dua kelompok peternak masing-masing di Kelurahan Bukit Apit Puhun dengan populasi 44 ekor dan Puhun Pintu Kabun sebanyak 39 ekor. Kedua kelompok pada awal-nya memanfaatkan dana bantuan sosial (Bansos) 2011. Selain itu juga ada kelompok pengolah susu sapi yang berpusat di kawasan Simpang Kangkuang, dengan anggota delapan orang. Khusus kelompok pengolah susu sapi ini sudah menjalin kerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bukittinggi dalam pemasarannya. (rul/PE)