Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Prov. Sulsel menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) Tahun 2023 di Hotel Grand Maleo Makassar pada tanggal 20 hingga 21 Maret 2023. Pertemuan ini dilakukan untuk menyamakan persepsi dan sinkronisasi pelaksanaan kegiatan proyek di provinsi dan kabupaten. Kegiatan ini dihadiri oleh 48 peserta yang terdiri dari Penanggung Jawab Kabupaten, Pelaksana Teknis Kabupaten, Petugas Administrasi, Alumni TOM, TPM, Koordinator BPP Pelaksana dan Penyuluh Pendamping. Pembukaan Rapat Koordinasi dibuka langsung oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Prov. Sulsel, Ir. H. Imran Jausi, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau merasa senang karena kelembagaan baru pemerintah provinsi sudah memisahkan mengurangi beban Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, sekarang dibagi dua menjadi Dinas Bina Marga dan Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya Tata Ruang. Dulu yang menangani sumber daya air hanya seksi/bidang, padahal kita tahu bahwa pertanian itu sangat tergantung dengan air,”ujar Imran Jausi. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa Sulawesi Selatan memiliki keunggulan yakni terdapat musim timur, musim barat dan peralihan sehingga kita bisa mengatur pertanaman dengan baik. Bersyukur sekali karena produktivitas kita baik, khususnya pada tanaman pangan. Program-program pemerintah disupport dengan baik oleh pemerintah daerah. Tentunya dalam kegiatan koordinasi ini kita berbagi pengetahuan dan ketidaktahuan karena perkembangan informasi dan teknologi-teknologi yang menyertainya senantiasa berkembang sangat pesat seperti penggunaan drone dulunya hanya digunakan untuk foto, pilihan-pilihan sudah semakin banyak, selalu ada hal-hal baik yang bisa kita manfaatkan bersama. Materi rapat koordinasi antara lain mengenai pendampingan Tim Pendamping Masyarakat (TPM), hasil pengerjaan daerah irigasi, pendampingan komisi irigasi, pengelolaan sumber daya air dan pemaparan kinerja SIMURP masing-masing Tahun 2022 berikut rencana program di tahun 2023. Pelaksanaan SIMURP sudah memasuki tahun keempat, sehingga fokus utama yang menjadi sasaran pencapaian harus menjadi perhatian utama seperti : (i) peningkatan indeks pertanaman, produktivitas, dan pendapatan sektor pertanian; (ii) mengadaptasi dan membangun ketangguhan terhadap dampak perubahan iklim (DPI); (iii) mengurangi atau meniadakan emisi gas rumah kaca. Tahun 2023 menitikberatkan pada kegiatan penerapan CSA yang berbasis kawasan (scaling up) yang dipadukan dengan gerakan tanam pro organik (genta organik). Program ini perlu mendapat pengawalan dan pendampingan yang lebih intensif dari para penyuluh pendamping. Semoga pertemuan ini menjadi langkah yang baik untuk memulai kerja di awal tahun 2023 yang merupakan tahun terakhir pekerjaan teknis Program SIMURP. Dwi Arnir Wanayenti, SP Penyuluh Pertanian DTPH-BUN Prov. Sulsel