Loading...

KUALITAS, STANDAR MUTU DAN PERLAKUAN BENIH KARET

KUALITAS, STANDAR MUTU DAN PERLAKUAN BENIH KARET
Kualitas dan Standar Mutu Benih. Kualitas dan standar mutu benih harus diperhatikan mulai dari biji untuk batang bawah sampai bibit karet yang siap ditanam di lapang. Biji untuk batang bawah: Berasal dari pohon induk yang berumur minimal 10 tahun dan asal klon diketahui secara pasti (propellegitim), umur biji diketahui dengan pasti dan masih segar, biji yang baik adalah biji yang bernas, dengan permukaan mengkilat, biji tidak berlubang, dan tidak cacat serta telah mencapai ukuran/besar optimal dan kesegaran minimal 70%. Biji yang sudah disemai dan akan dipindahkan ke pembibitan: Telah berkecambah sebelum hari ke-22, akar tunggang kecambah harus lurus, tidak terserang hama atau penyakit, stadia yang dipindahkan adalah stadia pancing atau jarum. Bibit batang bawah untuk diokulasi: Bibit yang siap diokulasi yaitu bibit yang pertumbuhannya relatif seragam dan sudah mencapai diameter batang tertentu untuk dapat di okulasi hijau atau okulasi cokelat, bibit terawat dengan baik. Bibit batang bawah yang tumbuh kerdil, terserang hama/penyakit, berdaun kuning, bentuk tidak normal, dan berakar bengkok harus dicabut untuk dibuang. Mata Okulasi (entres): Berasal dari kebun kayu okulasi (kebun entres) yang sudah dimurnikan dan terawat baik dan sehat, merupakan klon anjuran dengan umur bibit batang bawah, kayu okulasi segera dimanfaatkan setelah dipotong dari tanaman induk, pada saat dipotong keadaan entres pada stadia pucuk dorman serta daun terlihat sehat, entres yang baik kulitnya mudah dikelupas. Stum mata tidur: Mempunyai akar tunggang yang lurus, tidak bercabang atau tidak berbentuk garpu, dan tidak melingkar serta mempunyai akar-akar lateral 5-10cm, panjang akar tunggang minimal 35 cm, pertautan mata okulasi sempurna dan masih hidup, stum masih segar bila ditoreh masih mengeluarkan lateks dan bebas dari serangan jamur akar putih, umur stum tidak lebih dari 12 bulan. Bahan tanam dalam polibag: Tinggi daun payung pertama diukur dari pertautan okulasi sampai ke titik tumbuh >25 cm dengan diameter minimal 8 mm yang diukur pada ketinggian 10 cm dari pertautan okulasi, daun hijau segar (tidak menguning) dan sehat (tidak terserang hama penyakit). Perlakuan Benih Biji yang sudah diseleksi: dihamparkan di lantai dan tidak boleh terkena sinar matahari langsung. Penyimpanan dalam goni harus dihindarkan. Penyimpanan benih dilakukan dalam ruang pendingin pada suhu 70-100C, biji yang akan dikirim jarak jauh dikemas dalam kantong plastik berlubang berukuran 70 cm x 45 cm x 0,13 cm dan diberi serbuk gergaji yang disiram fungisida sebanyak 5cc, kemasan di atas diberi label yang jelas dengan informasi: klon, jumlah biji, tanggal pemungutan biji, daya kecambah, sumber biji, dan perlakuannya. Untuk pengiriman melalui jalan darat, kantong plastik dikemas dalam peti, sedangkan untuk pengiriman lewat udara, kantong plastik dimasukkan dalam karung goni baru berukuran 65 cm x 50 cm. Entres yang baru panen: kedua ujungnya dicelupkan dalam cairan lilin untuk mempertahankan kesegarannya, diberi tanda klon, dibungkus dalam pelepah batang pisang, dan disimpan di tempat yang teduh. Entres yang akan dikirim jarak jauh dikemas dengan diselingi taburan serbuk gergaji lembab dalam kotak berukuran 60 cm x 40 cm x 40 cm. Stum mata tidur: Bibit yang telah dicabut bagian atasnya dipotong pada ketinggian 5-7 cm di atas pertautan okulasi. Arah potongan miring ke belakang. Bekas potongan diolesi dengan TB 192 atau paraffin. Akar tunggang disisakan minimal 35 cm dan akar lateral 5-10 cm. Jika akan dikirim jarak jauh, stum dikemas dalam peti kayu ukuran 60 cm x 50 cm x 50 cm dan diberi serbuk gergaji yang sudah matang dan dijaga selalu lembab dengan penyiraman. Oleh: Lazarus Kanisius Ladja Sumber: Pedoman Teknis Budidaya Karet Direktorat Jenderal Perkebunan Deaprtemen Pertanian 2006